Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 13 Feb 2009, 00:00:00 WIB, 21 View , Kategori : Tataruang

Semarang, Kompas - PT Semen Gresik mulai membebaskan lahan untuk pembangunan pabrik semen di Sukolilo, Pati, pada semester I tahun 2009. Agar tidak timbul konflik, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmodjo meminta PT Semen Gresik supaya dapat menyosialisasikan hal itu dengan baik.

"Pembebasan lahan perlu diwaspadai karena biasanya timbul gejolak yang tidak diharapkan," kata Alex seusai menerima perwakilan PT Semen Gresik di Mapolda Jateng, Kamis (12/2).

PT Semen Gresik harus menyosialisasikan proyek tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. "Selama ini sosialisasi sudah ada, tetapi mungkin belum efektif," kata Alex.

Alex mengundang perwakilan PT Semen Gresik untuk mendengar langsung rencana pembangunan pabrik semen tersebut. Dengan pertemuan itu, Polda Jateng dapat menyusun rencana pengamanan yang lebih baik. Alex berharap dengan koordinasi yang baik antara polisi dan PT Semen Gresik, insiden seperti penyanderaan petugas Semen Gresik pada 22 Januari lalu tidak terulang.

Kepala Divisi Komunikasi PT Semen Gresik Saifuddin Zuhri mengatakan, koordinasi dengan polisi sangat penting dalam proses pembebasan lahan yang akan dimulai pada semester I tahun ini. Luas lahan yang akan dibebaskan mencapai 1.350 hektar. Saat ini PT Semen Gresik masih mengumpulkan data administratif.

"Kami belum mulai membebaskan tanah. Apabila ada yang membebaskan lahan mengatasnamakan PT Semen Gresik, itu tidak benar," kata Saifuddin.

Dia menyayangkan adanya penyanderaan tim PT Semen Gresik karena insiden itu dapat menghambat pembangunan pabrik. Padahal, Gubernur Jateng Bibit Waluyo meminta agar pabrik mulai dibangun Maret 2009.

"Gubernur sudah mengizinkan, maka Polda Jateng harus mendukung dari segi pengamanannya," kata Alex. Tim survei bersama

Tim survei gabungan pada hari kedua, Kamis, hanya menemukan 8 mata air dan 4 goa di areal surat izin penambangan daerah penambangan batu kapur PT Semen Gresik seluas 700 hektar di Sukolilo.

"Mengingat seluruh areal telah kami survei, maka survei hari ketiga, Jumat, dibatalkan," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng Djoko Sutrisno.

Gunretno, salah satu anggota Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, yang dihubungi secara terpisah, tetap menuntut penelitian ulang analisa mengenai dampak lingkungan di kawasan karst Pegunungan Kendeng. Tim ini melibatkan tim ahli karst yang ditunjuk masyarakat. (den/sup)



Pembebasan Lahan Perlu Sosialisasi
, 13 Feb 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 21 Kali
Proses Pembebasan Lahan Alot
, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 27 Kali
Sulit, Lahan Pengganti di Satu Wilayah
, 23 Sep 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 29 Kali

Tuliskan Komentar