Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 21 Jan 2009, 00:00:00 WIB, 28 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendorong penyelesaian proyek Banjir Kanal Timur yang masih terkendala pembebasan lahan.

”Banjir tak langsung teratasi dengan BKT, tapi setidaknya mengurangi risiko terjadinya banjir di sebagian wilayah Jakarta,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar pada inspeksi mendadak di proyek Banjir Kanal Timur (BKT) ruas Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa (20/1). Rombongan mengunjungi tiga titik proyek BKT.

Proyek BKT dari kawasan Cipinang, Jakarta Timur, hingga Marunda, Jakarta Utara, memiliki panjang sekitar 19 kilometer. Selain menampung aliran lima sungai dan mengalirkannya ke Teluk Jakarta, BKT nantinya juga akan terhubung dengan Sungai Ciliwung melalui sodetan.

Melalui sodetan itu, beban Sungai Ciliwung diproyeksikan dapat ditekan 50 meter kubik per detik. Dari perhitungan itu, potensi banjir dari limpahan Sungai Ciliwung ditekan.

”Proyek dapat selesai tahun ini juga bila pembebasan lahannya selesai,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Pitoyo Subandrio.

Secara khusus, Pitoyo meminta Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) turut mendukung penyelesaian persoalan pembebasan lahan. Dua lokasi berskala besar yang masih bermasalah dalam pembebasan lahannya hingga kini adalah lahan milik Perumnas dan lahan milik TNI Angkatan Laut.

Peraturan presiden

Mengenai pembebasan lahan yang berlarut-larut, Rachmat mengungkapkan, sikapnya mendorong penerapan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Peraturan itu memungkinkan pemerintah menitipkan dana konsinyasi ke pengadilan jika ada warga yang keberatan lahannya dibebaskan untuk kepentingan umum. Warga yang bersengketa soal lahan diminta berurusan dengan pengadilan.

”Banjir Jakarta tidak hanya menyangkut kondisi bantaran sungai di Jakarta, tetapi juga peruntukan lahan di kawasan hulu,” katanya. Hari ini, Rabu (21/1), Rachmat akan menginspeksi kawasan Puncak, Bogor. (GSA)



KNLH Dorong Penyelesaian BKT
, 21 Jan 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 28 Kali
Proyek BKT Masih Terganjal Masalah Tanah
, 21 Jan 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 20 Kali
Banjir Masih Mengancam
, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 35 Kali

Tuliskan Komentar