Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 12 Des 2008, 00:00:00 WIB, 23 View , Kategori : Tataruang

Denpasar, Kompas - Kawasan terpadu Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur perlu dibentuk untuk mendorong pembangunan di tiga wilayah bertetangga itu. Selain karena secara historis pernah tergabung dalam Sunda Kecil, tiga provinsi itu dapat bersinergi mendorong akselerasi pembangunan.

Demikian antara lain hasil ”Seminar 50 Tahun Sunda Kecil Berlalu” atas kerja sama harian Kompas dan Pos Kupang di Denpasar, Bali, Rabu (10/12).

Hadir dalam seminar itu Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Gubernur NTB KHM Zainul Majdi, Ketua Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana Fred Benu, Ketua Program Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana I Nyoman Irawan, pengajar Fakultas Sastra Universitas Udayana I Gde Parimartha, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram Prayitno Basuki, pemerhati pendidikan NTT RM Eduard Jebarus Pr, aktivis pendidikan NTT Helena Jenny Rewos, Direktris Yayasan Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi, pemerhati budaya Sasak Lombok Lalu M Yamin S, serta Direktris Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat NTT Sarah Lery Mboeik.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika berhalangan hadir dalam acara itu karena mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bali.

Frans Lebu Raya menegaskan, perlu kawasan terpadu Bali, NTB, dan NTT meski ada kendala aturan. Ia mencontohkan, di bidang kelistrikan ada interkoneksi Jawa-Bali. ”Bali kan sebagai ibu yang melahirkan kembaran NTB dan NTT. Kalau kondisi anak merana, induk harus merasa prihatin,” kata Frans.

Gubernur NTB Zainul Majdi menambahkan, kebijakan rencana tata ruang nasional Jawa-Bali perlu ditinjau ulang menjadi Bali, NTB, dan NTT sebagaimana awalnya Sunda Kecil.

”Contohnya konsep kawasan timur Indonesia. Itu cenderung berorientasi pada Sulawesi dan Papua, bukan NTT, apalagi NTB yang ada kata baratnya,” katanya.

Fred Benu mendukung pandangan soal kawasan terpadu. Itu bukan otonomi daerah karena basis yang dikembangkan dalam isu otonomi adalah teritorial administratif, sedangkan basis kawasan terpadu adalah potensi dan persebaran sumber daya.

Ia menambahkan, ketika masih menjadi satu kesatuan wilayah Sunda Kecil, Bali, NTB, dan NTT memiliki infrastruktur jalan dan akses transportasi, serta kondisi perekonomian wilayah yang relatif sama. Saat ini perekonomian Bali tumbuh melejit sendiri meninggalkan dua saudaranya.(BEN/SEM/KOR/RUL)



Perlu Kawasan Terpadu Bali, NTB, dan NTT
, 12 Des 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 23 Kali

Tuliskan Komentar