Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 01 Des 2008, 00:00:00 WIB, 22 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Di tengah pembicaraan tentang ketahanan pangan nasional, puluhan ribu desa di Indonesia tidak memiliki akses lahan. Desa-desa itu berada di dalam dan tepian kawasan hutan di 15 provinsi.

Data Badan Pusat Statistik-Departemen Kehutanan tahun 2007 menyebutkan, sebanyak 16.760 desa dari 24.572 desa ada di dalam kawasan hutan. Secara ketatanegaraan, komunitas itu diakui sebagai desa, tetapi dilarang membuka hutan.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang melarang pemutihan. ”Tapi juga tidak ada solusi bagi desa-desa itu,” kata peneliti kehutanan Institut Pertanian Bogor, Hariadi Kartodihardjo, pada diskusi akhir pekan lalu di Jakarta. ”Dalam praktiknya belum ada kepastian alokasi ruang bagi masyarakat rentan,” kata dia.

Jika khawatir akan kerusakan lingkungan atau hutan, beberapa contoh membuktikan, masyarakat sekitar hutan sukses mengelola hutan secara berkelanjutan. Sementara hutan-hutan negara sering dikelola dengan mengambil keuntungan jangka pendek. Lebih dari 58 juta hektar hutan produksi dan hutan lindung tidak ada pengelolanya.

Deputi I Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermien Roosita mengatakan, ada 12 undang-undang yang mengatur soal ruang, tetapi, satu sama lain tidak saling terkait.

Peneliti pada Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian Achmad M Fagi menyebutkan, untuk mewujudkan ketahanan pangan, pilihan realistis adalah melakukan diversifikasi pangan.

Ancaman kedaulatan pangan terdekat adalah konversi lahan untuk jalan tol trans-Jawa sepanjang 652 kilometer yang terbentang dari Cikampek, Jawa Barat, hingga Surabaya, Jawa Timur. Hal itu akan memengaruhi 655.400 hektar lahan pertanian, 1,7 juta keluarga petani, dan sekitar 14.400 industri penggilingan padi. (GSA)



Ribuan Desa Tak Miliki Akses Lahan
, 01 Des 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 22 Kali

Tuliskan Komentar