Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 17 Nov 2008, 00:00:00 WIB, 32 View , Kategori : Tataruang

Bandar Lampung, Kompas - Waduk Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, makin kritis. Sekitar 88,82 persen dari daerah tangkapan air Waduk Batutegi seluas 43.404 hektar didominasi lahan kritis daripada lahan hutan dengan tutupan pohon yang rapat.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Way Seputih Way Sekampung Lamris Sitompul, Kamis (13/11), mengatakan, hal tersebut berpotensi menimbulkan erosi lahan yang cukup tinggi pada saat musim hujan sehingga tingkat sedimentasi waduk semakin tinggi.

Data hasil penelitian Irwan Sukri Banua, peneliti DAS dari Universitas Lampung, menyebutkan, lahan kritis seluas 88,82 persen dari total daerah tangkapan air seluas 43.404 hektar sudah menimbulkan erosi yang cukup tinggi. Erosi tercatat mencapai 67,5 ton per hektar per tahun. Itu menyebabkan sedimentasi pada DAS Sekampung Hulu.

Endapan lumpur yang terbawa masuk ke dalam waduk menyebabkan sedimentasi sehingga daya tampung air di waduk terus menyusut. ”Apabila dibiarkan, kemampuan waduk mengairi areal persawahan akan menyusut. Apalagi sedimentasi di waduk tersebut belum pernah dikeruk,” ujar Lamris.

Waduk Batutegi yang diresmikan penggunaannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada Maret 2004 itu dibangun untuk mengairi 108.663 hektar sawah di daerah irigasi Sekampung.

Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Universitas Lampung KES Manik mengatakan, tetapi fungsi waduk terus menyusut akibat tingginya sedimentasi. Bahkan, sejak diresmikan penggunaannya hingga sekarang tidak pernah mencapai elevasi normal 274 meter.

Bahkan, sejak 2006 hingga saat ini, kemampuan waduk mengairi areal sawah terus menyusut. Dari target pengairan seluas 108.663 hektar, hanya 60.000 hektar yang mampu terairi. (hln)



Brantas Contoh Mengelola DAS
, 22 Apr 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 14 Kali
Sempadan Bengawan Solo Makin Parah
, 10 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 13 Kali
Tutupan Lahan DAS Ciliwung 2,42 Persen
, 03 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 15 Kali

Tuliskan Komentar