Senin, 30 November 2020, WIB
Breaking News

, 22 Okt 2008, 00:00:00 WIB, 40 View , Kategori : Tataruang

Jurnal Nasional, KALANGAN anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyetujui dan meminta Gubernur Bali Made Mangku Pastika dapat melakukan moratorium (jeda) investasi pariwisata yang menggunakan lahan produktif seperti yang diusulkan Solidaritas Masyarakat Sipil untuk Kedaulatan Pangan (Somasi KP) yang sebelumnya telah melakukan dengar pendapat dengan anggota DPRD Bali di Renon, Denpasar.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Bali, Usdek Maharipa di Denpasar, Selasa (21/10) kini Bali membutuhkan investasi pertanian bukan semata-mata investasi pariwisata karena dinilai sudah menjenuhkan. "Bali sudah jenuh dengan investasi di bidang pariwisata, kini saatnya memikirkan investasi di bidang pertanian karena masalah pertanian di Bali perlu perhatian yang serius," katanya.

Karena seriusnya persoalan yang menyangkut sektor pertanian, kata Usdek DPRD Bali telah merencanakan membuat Perda soal Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (Bakor P3K).

Sementara itu, anggota Somasi KP Ni Nyoman Sri Widiyanthi, mengatakan, pihaknya menawarkan moratorium ke DPRD Bali dengan cara menghentikan sementara waktu ekspansi investasi pariwisata yang menggunakan lahan produktif di Bali. "Pada saat jeda, kegiatan pembangunan diarahkan pada penyelesaian konflik agraria dan perebutan sumber daya alam, melakukan evaluasi atas daya tampung Bali, serta melaksanakan penataan lingkungan," katanya. (n Parwita)



Jalan Tol Trans-Jawa Harus Sesuai Amdal
, 20 Nov 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 41 Kali
Trans-Jawa Sudah Dipikirkan Matang
, 18 Nov 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 32 Kali
Perlu Jeda Alih Fungsi Lahan
, 22 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 40 Kali

Tuliskan Komentar