Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 22 Okt 2008, 00:00:00 WIB, 33 View , Kategori : Tataruang

Medan, Kompas - Pemerintah mengultimatum perambah di kawasan konservasi yang menduduki secara tidak sah. Setelah memberi peringatan tiga kali, pemerintah akan mengambil langkah represif untuk mengembalikan kawasan itu ke fungsi semula.

”Sebelum upaya represif, kami akan melakukan pemetaan perambah di dalam kawasan. Pemetaan ini perlu kami lakukan untuk menyelamatkan kawasan dari kehancuran,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Djati Witjaksono Hadi, di Medan.

Menurut Djati, upaya represif benar-benar dilakukan setelah sosialisasi selama tiga kali ke penghuni kawasan. Sosialisasi dilakukan tim gabungan dari lintas instansi dalam kurun waktu selama tiga kali 14 hari.

Pada awal pekan ini Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA) menggelar pertemuan di Medan, khusus untuk membahas perambahan di kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut (SMLTL) Karang Gading seluas 15.675 hektar (ha) dan Taman Wisata Alam (TWA) Holiday Resor 1.963 ha. Di dua kawasan ini terjadi kerusakan parah.

SMLTL Karang Gading yang terletak di Kabupaten Deli Serdang dan Langkat kini tinggal 9.087 ha. Sebagian kawasan itu berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, tambak ikan, dan permukiman warga. Adapun TWA Holiday Resor di Kabupaten Labuhan Batu tinggal 200 ha. TWA Holiday Resor sebelumnya pusat pelatihan gajah. Namun, hampir seluruh kawasan itu kini berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

Djati mengingatkan agar perambah meninggalkan kawasan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pemerintah juga meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) meninjau kembali sertifikat yang telanjur keluar.

Sejak zaman Belanda

Camat Labuhan Deli, Deli Serdang, Darwin Zein, minta solusi yang tak merugikan siapa pun.

Ratusan warga Desa Karang Gading menempati lokasi itu sejak tahun 1918. Namun, petugas BBKSDA Sumut menyatakan lahan seluas 6.245 ha wilayah desa itu masuk dalam kawasan SMLTL Karang Gading. Padahal, luas Desa Karang Gading 6.250 ha. Total sekitar 1.683 keluarga atau 5.840 jiwa yang tinggal di desa itu ingin mengajukan revisi luas kawasan. (ndy)



Pemerintah Ultimatum Perambah Lahan Konservasi
, 22 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 33 Kali

Tuliskan Komentar