Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 09 Okt 2017, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Pertemuan dibuka dengan paparan pengantar dari Kepala Biro Renortala Bappenas, dilanjutkan dengan pengantar dari Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan Bappenas, kemudian tanggapan dari pihak Tim Evaluasi Kinerja KemenPAN-RB dan diskusi tanya-jawab bersama anggota peserta FGD.

Beberapa capaian yang dilakukan oleh Bappenas tahun 2016 dalam rangka penguatan akuntabilitas kinerja yaitu:
a.Pemakaian e-Performance sebagai mekanisme monev capaian kinerja berbasis elektronik;
b.Penyusunan draft SOP Penyusunan Laporan Kinerja;
c.Penilaian SAKIP yang meningkat dari 2015 ke 2016.

Selanjutnya rencana perbaikan/perubahan yang akan dilakukan oleh Bappenas pada tahun 2017 antara lain:
a.Penyempurnaan indikator kinerja utama (IKU);
b.Penyempuranaan cascading IKU dan pengukuran kinerja unit kerja hingga level individu;
c.Finalisasi SOP Penyusunan Laporan Kinerja serta Pedoman Penerapan SAKIP.


Dalam melakukan evalusi internal, metode evaluasi internal yang dilakukan oleh Bappenas merupakan kombinasi dari 2 model, yaitu evaluasi sederhana (hanya dengan penilaian laporan) untuk 8 UKE I serta evaluasi terbatas (penilaian laporan serta wawancara mendalam) untuk 3 UKE I lainnya yaitu Kedeputian PMMK, Kedeputian PEPP, dan Inspektorat Utama.

Dalam kesempatan tersebut ada beberapa tanggapan yang disampaikan oleh Tim Evaluasi Kinerja KemenPAN-RB antara lain:
a.Bappenas merupakan lembaga perencana nasional yang seharusnya menjadi role model bagi K/L lain, sehingga dalam perencanaan kinerja seharusnya baik.
b.KemenPAN-RB ingin menyamakan persepsi bersama terkait peran KemenPAN-RB, yaitu mengevaluasi akuntabilitas K/L terhadap kinerjanya, bukan mengevaluasi kinerja K/L itu sendiri. Sehingga, poin yang ingin dilihat oleh KemenPAN-RB yaitu capaian hasil/outcome, bukan output atau aktivitas.
c.IKU Bappenas masih perlu disempurnakan karena saat ini belum bisa menggambarkan peran dan fungsi Bappenas, seperti peran pengendalian terhadap prioritas nasional dan K/L.


Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini adalah KemenPAN-RB akan memasukkan rekomendasi pada laporannya bahwa Bappenas diharapkan dapat melakukan penyempurnaan IKU yang kemudian diturunkan ke dalam Renstra, Renja K/L, RKA K/L, hingga Perjanjian Kinerja.
Arahan dari KemenPAN-RB agar pelaksanaan monev internal ke depan dapat menggunakan IKU yang baru (yang disempurnakan) walaupun penyempurnaan dilakukan di tengah tahun berjalan.
Masukkan dari KemenPAN-RB untuk pengukuran kinerja pada tingkat individu dapat menggunakan SKP yang dimodifikasi berorientasi kepada hasil (outcome), bukan aktivitas.



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar