Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 29 Mar 2017, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Bandung. Direktorat TRP menjadi salah satu pihak yang diundang oleh Kementerian ESDM untuk mengikuti pilot training Pengenalan Geologi untuk Penataan Ruang di Padalarang Bandung pada 13-17 Maret 2017. Kegiatan ini hasil dari Kerjasama Teknik Jerman proyek “Mitigation of Georisk”.

Diklat Pengenalan Geologi untuk Penataan Ruang ini bertujuan agar peserta mampu mengenali sumber daya dan kendala geologi untuk penataan ruang, memberi pengetahuan tentang elemen-elemen penting penataan ruang dan tentang konsep perencanaan tata ruang, proses dan metode penataan ruang.

Konflik dalam penataan ruang terkait aspek geologi umumnya berkaitan dengan konflik guna lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik (Geologi) dan penggunaan lahannya sendiri. Konflik memiliki empat elemen yaitu aktor, penyebab, dinamisasi, dan profil konflik. Dalam memahami suatu konflik digunakan alat bantu analisis seperti pohon konflik, linimasa, roda konflik, dan pemetaan aktor. Penyelesaian konflik ini dapat diurai dengan menggunakan skenario yang dibuat melalui penciptaan strategi (analisis SWOT).

Geologi lingkungan berperan dalam pembangunan khususnya melalui pemanfaatan sumber daya dan penanggulangan bencana yang sejalan dengan tujuan penataan ruang. Inventarisasi adalah proses akuisisi dan pencatatan data, dan penting dalam penataan ruang berbasis geologi. Inventori data adalah database metadata yang menyimpan informasi mengenai data-data yang dimiliki suatu orang/badan/organisasi. Inventori data yang baik dan lengkap dapat memfasilitasi perencanaan yang lebih komprehensif. Metode inventarisasi yang dapat dilakukan yakni penginderaan jauh dan ground check.

Kondisi saat ini, data dan informasi geologi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar penentuan alokasi pemanfaatan ruang dalam Rencana Tata Ruang di Indonesia. Sehingga terjadinya konflik dalam penataan ruang terkait aspek geologi umumnya berkaitan dengan konflik guna lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik (Geologi) dan penggunaan lahannya sendiri. Berangkat dari hal itu, diperlukan peningkatan SDM penyusun RTR di Indonesia. [Subdit Infosos]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 15 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 19 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar