Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, 33 View , Kategori : Tataruang

Medan, Kompas - Wakil Bupati Tapanuli Tengah Effendi Pohan meminta transmigran yang merasa tanahnya diserobot perusahaan perkebunan PT Nauli Sawit untuk membuktikan bahwa mereka memiliki sertifikat yang sah atas tanahnya. Effendi juga mengungkapkan, selama ini dia belum pernah berhasil mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai, yaitu antara transmigran dan PT Nauli Sawit.

”Selaku ketua tim penyelesaian masalah ini (penyerobotan lahan transmigran oleh PT Nauli Sawit), saya minta masyarakat di satu pihak juga harus membuktikan kepemilikan mereka dengan sertifikat. Perusahaan juga harus membeberkan siapa saja yang katanya sudah menerima ganti rugi,” ujar Effendi di Medan, Kamis (9/10).

Menurut Effendi, dia selama ini susah sekali mempertemukan kedua belah pihak yang bersengketa ini untuk bicara secara damai.

”Anda lihat sendiri waktu rapat dengar pendapat di DPRD. Bagaimana kita bisa menyelesaikan ini secara tenang dan damai kalau masing-masing ngotot,” katanya.

Effendi menolak jika Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dianggap membela kepentingan pengusaha dalam kasus penyerobotan lahan transmigran oleh PT Nauli Sawit ini. ”Kami punya kepentingan agar investor juga bisa masuk ke Tapteng, tetapi Pemkab Tapteng juga tak ingin rakyatnya disengsarakan. Kami tetap bela kepentingan rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan (Kompas, 9/10) dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sumut, Rabu lalu, terungkap PT Nauli Sawit menyerobot sekitar 666 hektar lahan transmigran bermodalkan izin prinsip dari Bupati Tapteng Tuani Lumban Tobing. Tuani yang dipanggil DPRD Sumut tak datang dan hanya mewakilkan kehadirannya pada Effendi.

DPRD menskors rapat hingga Tuani hadir langsung memberikan penjelasan, mengapa izin prinsip dikeluarkannya di areal HPL transmigran dan jadi alas hak PT Nauli Sawit mengelola perkebunan. Padahal, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi selaku pemegang HPL tak pernah mengeluarkan izin pelepasan areal tersebut. (BIL)



Transmigran Diminta Buktikan Sertifikat
, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 33 Kali

Tuliskan Komentar