Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, 28 View , Kategori : Tataruang

SURABAYA, KOMPAS - Meski proses pembebasan lahan proyek Jembatan Suramadu sudah terlaksana sekitar 98 persen, negosiasi yang dilakukan pihak proyek pembebasan lahan untuk sisa lahan yang belum terbebaskan terhenti.

Jika kesepakatan tetap buntu, pihak proyek Jembatan Suramadu akan mengambil jalan konsinyasi dengan menyerahkan proses kesepakatan pembayaran ke pengadilan.

Pimpinan Proyek Pembebasan Lahan Tanah Sisi Madura Siswo Dwiyanto, Jumat (10/10) di Surabaya, mengatakan, proses ganti rugi sisi Madura baru mencapai 96,7 persen. Padahal, jembatan ditargetkan siap beroperasi sekitar lima bulan atau pada Maret 2009. ”Masyarakat tetap bersikeras pada permintaan mereka. Kami sebenarnya sudah merevisi penawaran awal sebesar Rp 35.000 per meter persegi menjadi sekitar Rp 70.000 per meter persegi hingga Rp 90.000 per meter persegi. Perhitungan harga baru ini berdasarkan survei lembaga independen dari Sucofindo,” kata Siswo.

Saat ini, di sisi Madura masih tersisa 3,5 hektar lahan milik 13 warga setempat yang belum berhasil dibebaskan. Rata-rata, warga meminta biaya ganti rugi Rp 300.000 per meter persegi hingga Rp 1 juta per meter persegi.

Proses pembebasan lahan di sisi Surabaya juga mengalami kendala. Lahan seluas 630 meter persegi berikut enam bangunan rumah milik warga belum berhasil dibebaskan.

Pimpinan Proyek Pembebasan Lahan Tanah Sisi Surabaya Tutuk Suryojatmiko mengungkapkan, proses pembebasan lahan sisi Surabaya juga terhenti. Penggantian ganti rugi di sisi ini baru mencapai 99,57 persen. ”Jika langkah negosiasi tak berhasil, kami akan menempuh langkah konsinyasi dengan menyerahkan penyelesaian ganti rugi kepada pihak pengadilan. Kami memonitor terus proses ini agar bulan Desember nanti selesai sepenuhnya,” ujarnya. Alokasi dana pembebasan lahan untuk sisi Madura dan sisi Surabaya, kata dia, masing-masing Rp 7 miliar.

Pemimpin Induk Pelaksana Kegiatan Jembatan Suramadu AG Ismail menambahkan, upaya dialog akan terus dilakukan. Hasil pembebasan lahan lebih dari 90 persen merupakan indikasi masyarakat mendukung proyek Suramadu. ”Penyelesaian melalui konsinyasi di pengadilan merupakan langkah terakhir,” ungkapnya. (ABK)



Proses Pembebasan Lahan Alot
, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 28 Kali

Tuliskan Komentar