Senin, 30 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Okt 2016, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (4/10). Guna mempertajam materi dan informasi terkait penyusunan visi pembangunan indonesia 2045-2085 bidang penataan ruang dan wilayah, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan mengundang Andi Oetomo, akademisi dan ahli bidang kebijakan penataan ruang dan wilayah. Diskusi yang dipimpin oleh Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Uke M. Husain ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat BKPRN pada Selasa (4/10).

Visi Pembangunan 2045-2085 perlu memperhatikan konflik antara orang dengan alam (faktor internal), bukan ke perilaku lawan (faktor eksternal). Tujuan utama visi seharusnya lebih kepada bagaimana merubah pola pikir/perilaku manusia terhadap ruang sekitarnya, serta melibatkan aspek hubungan antarsistem/sektor, sehingga dalam pembangunan masa depan terjalin perubahan yang sistemik.

Substansi dalam Rencana Tata Ruang (RTR) juga seharusnya mengikuti dimensi waktu, dimana rencana jangka panjang mengindikasikan RTR secara makro; rencana jangka menengah mengindikasikan RTR dengan skala mezzo; dan rencana jangka pendek mengindikasikan RTR dengan skala mikro.

Scenario planning dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam merencanakan pembangunan jangka panjang yang fleksibel. Diperlukan proyeksi informasi masa depan yang tersedia (ekonomi, demografi dll) dan driving forces utama. Driving forces merupakan asumsi kondisi ideal yang dicita-citakan. [EP]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 21 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar