Senin, 30 November 2020, WIB
Breaking News

, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, 28 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengkaji ulang kebijakan reklamasi di pantai utara. Reklamasi harus disesuaikan dengan rencana tata ruang Jakarta Utara yang dituangkan dalam Peraturan Presiden mengenai Tata Ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur.

Pengamat tata kota Universitas Tri Sakti, Yayat Supriatna, Sabtu (11/10) di Jakarta Barat, mengatakan, reklamasi juga harus disesuaikan dengan tata ruang kawasan pantai di daratan Jakarta Utara. Rencana tata ruang saat reklamasi mulai diizinkan dengan saat ini sudah berbeda sehingga perlu beberapa penyesuaian.

”Perbedaan rencana tata ruang dulu dan saat ini berdampak pada terbentuknya karakteristik yang berbeda. Dengan demikian, penanganan yang harus dilakukan jika reklamasi jadi dilakukan juga berbeda. Untuk itu, perlu adanya kajian ulang,” kata Yayat.

Selain itu, DKI Jakarta juga perlu memerhatikan dampak lingkungan yang mungkin terjadi jika reklamasi terus dilakukan. Perpanjangan muara dan sedimentasi di sungai harus diperhitungkan dengan detail agar Jakarta Utara tidak terendam banjir pascareklamasi.

”Kajian tata ruang dan lingkungan harus dilakukan dengan transparan, detail, dan ilmiah. Jangan sampai pemerintah pusat membatalkan karena dinilai tidak layak,” kata Yayat.

Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup pernah memprotes hasil studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan tidak memberi izin pembangunan. Namun, keputusan itu digugat perusahaan-perusahaan yang menjadi calon investor reklamasi dan saat ini sedang dalam tahap banding di Mahkamah Agung.

Menciptakan pulau

Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Budirama Natakusuma mengatakan, proses reklamasi masih menunggu keputusan tersebut. Selain itu, perizinan untuk berbagai aktivitas juga masih dikaji.

Di Jakarta, reklamasi direncanakan untuk menciptakan pulau-pulau baru yang berjarak 200 meter sampai 300 meter dari garis pantai Jakarta. Meskipun mahal, lahan hasil reklamasi diminati para investor karena mereka mendapat lahan strategis tanpa perlu membebaskan lahan atau menggusur. (ECA)



Kaji Ulang Reklamasi Pantai Utara Jakarta
, 13 Okt 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 28 Kali

Tuliskan Komentar