Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 27 Jul 2016, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Malang, (26/7). Perhelatan konferensi tingkat internasional Indonesian Regional Science Association (IRSA) ke 13 telah berlangsung di Malang 25-26 Juli 2016. Tema yang diusung tahun ini adalah Demographic Change and Regional Development. Dibuka oleh Devanto S. Pratomo, Ph.D , Ketua Kegiatan The 13th IRSA International Conference, diharapkan hasil dari berbagai penelitian IRSA Tahun 2016 dapat dijadikan sebagai bahan awal dalam menyusun kebijakan untuk menghadapi era bonus demografi. Pemerintah perlu mempersiapkan kebijakan pembangunan ekonomi dengan strategi yang efektif untuk menghadapi era bonus demografi.

Program dalam konferensi mencakup 11 topik yaitu:
a.    Demographic Issues: Demographic Divided, Ageing, Youth, Migration
b.    Public policy, regional, and urban planning and regional development
c.    Health, education, and human capital
d.    Housing, transportation, communication and other regional infrastructures issues
e.    Poverty, inequality, and inter-regional disparities
f.    Regional/international trade, public finance, investment and inflation
g.    Rural development, agriculture, urban issues, rural-urban migration
h.    Political economy and governance of regional development
i.    Regional labour market, human resources development, job creation, social security
j.    Bureaucratic reforms and corruption
k.    Islamic economic and finance

Hasil studi yang dipaparkan dalam IRSA Tahun 2016 antara lain Demographic Dividend and Economic Growth: A Dynamic Computable General Equilibrium (CGE) Analysis for Indonesia oleh Anda Nugroho, Peneliti dari Kementerian Keuangan dan Reni Pebrianti, Peneliti dari BKKBN. Penelitian ini menemukan bahwa bonus demografi telah dimulai dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir (2016-2020), perubahan struktur demografi memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Perubahan struktur demografi membawa efek positif bagi perekonomian untuk periode 2016-2030 dalam penyediaan tenaga kerja. Efek positif dari bonus demografi akan mencapai puncak pada 2026, yang kemudian akan berkurang sampai 2031. Perubahan dalam struktur demografi di tahun-tahun berikutnya akan berubah menjadi defisit demografi dan menciptakan efek negatif bagi perekonomian. [RN]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar