Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 27 Jul 2016, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (21/7). Perhelatan besar forum indonesia cerdas kembali digelar. Tahun ini, Forum Prakarsa e-Indonesia  atau e-Indonesia Initiatives Forum (EII) dan Forum Smart Indonesia Initiative (SII) mengadakan event Goesmart 2016 yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur tanggal 20-22 Juli 2016. Pelaksanaan event ini merupakan tindak lanjut dari prakarsa yang sudah dicanangkan sejak tahun 2015 lalu. Forum ini mengundang berbagai pemangku kepentingan yang ada di Indonesia mulai dari pemerintah,  industri, universitas, hingga masyarakat dan komunitas.

Goesmart 2016 diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan komunitas, masyarakat, desa, kota/kabupaten dan provinsi yang cerdas sehingga membentuk Indonesia yang cerdas. Acara ini berisikan beberapa rangkaian aktivitas, yaitu berupa seminar nasional e-Indonesia Initiatives ke-XII dan Smart Indonesia Initiatives ke-2, serta International Conference on ICT for Smart Society 2016. Berbagai seminar tersebut diadakan sebagai ajang bertukar pikiran dan membahas berbagai permasalahan dan potensi kota serta memberikan masukan untuk terwujudnya kota yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Agenda inti kegiatan Goesmart 2016 selama dua hari terdiri dari Plennary Session (Sesi Pleno) dan Parallel Session (Sesi Paralel) tiap harinya yang terbagi ke dalam beberapa cluster topik atau isu. Topik yang diangkat tersebut yaitu:

1. Smart Governance and Technology

2. Smart Economy and Industry

3. Smart Social and Education

4. Energi and Environment

5. Smart Regulation and business model

6. Smart Model, village, city, region and province

7. Infrastructure for smart community

8. Safe, health and secure city

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Umum SII Prof. Suhono Harso Supangkat, serta pemaparan oleh Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. serta Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Mochammad Natsir, M.Sc. 

Dalam sesi pleno hari pertama, hadir beberapa pembicara memberikan paparan kepada para peserta seperti Dr. Iva Bojic dari Massachussetts Institute of Technology (MIT), Prof. Akihiro Nako dari University of Tokyo, serta Prof. Fransec Giralt dari City Protocol Society. Sementara di hari kedua, pemaparan pada sesi pleno disampaikan oleh Kepala Balitbang dan SDM Kementerian Komunikasi dan Informasi Basuki Yusuf Iskandar, serta Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR Dr. Ir. A. Hermanto Dardak, M.Sc.

 

Kota Cerdas sebagai Solusi Tantangan Pembangunan Perkotaan 

Pada paparannya, Hermanto Dardak menjelaskan diawal bahwa ada 6 tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan perkotaan menurut UN Habitat, diataranya masalah kohesi sosial dan kota yang layak huni, penataan ruang dan perkotaan, tata kelola perkotaan, pertumbuhan ekonomi perkotaan, perumahan dan pelayanan, serta ketahanan perkotaan. Pengembangan Kota Cerdas dapat menjadi salah satu pilar penting dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut. Tidak cukup hanya sebatas “pintar” saja, tapi sebuah kota juga harus berketahanan atau disebut Kota Cerdas Berkelanjutan.

Kota Cerdas Berkelanjutan diharapkan dapat menjawab isu mengenai pelayanan perkotaan terhadap penduduknya. Tujuannya untuk menciptakan perkotaan yang: (1) aman, sehat, berkeselamatan, (2) bersih, berkarakter, dan nyaman, (3) produktif dan efisien, serta (4) berkelanjutan. Dalam mewujudkannya diperlukan lingkungan yang inovatif serta didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang tepat, demikian disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum tersebut.

Selain bertujuan untuk melayani sistem internal perkotaan, lanjutnya, keberadaan Kota Cerdas Berkelanjutan dapat mendukung maupun didukung sistem eksternal seperti wilayah pengembangan strategis agar dapat membentuk jaring-jaring kota yang terkoneksi satu sama lain sehingga menciptakan daya saing wilayah yang tinggi dan produktivitas yang efisien.

Selain itu Basuki Yusuf Iskandar dalam paparannya, menekankan pentingnya indikator yang jelas bagi kriteria sebuah kota dapat disebut sebagai Kota Cerdas agar terdapat standardisasi yang jelas dan terarah untuk mengukur pembangunan kota tersebut. Setidaknya, ada 5 faktor yang harus diperhatikan dengan adanya pengembangan Kota Cerdas. Pengembangan Kota Cerdas harus mendukung identitas kotanya agar warga dapat merasa terwakili keberadaanya. Selain itu Kota Cerdas harus dapat transformatif dimana adanya daya inspiratif yang dapat mendorong pemerintah, industri, maupun masyarakat di kota tersebut. Pengembangan Kota Cerdas harus terintegrasi secara internal dan terkoneksi secara eksternal . Pertumbuhan Kota Cerdas diarahkan berbasis produksi (smart growth)seperti karya cipta intelektual yang dapat mendorong keragaman produk daerah. Yang terakhir, pengembangan Kota Cerdas harus menuju keberlanjutan agar dapat diwariskan ke generasi berikutnya melalui pengembangan keunggulan khas dari tiap kota/daerah ungkapnya.

Acara Goesmart 2016 ditutup dengan adanya deklarasi Surabaya Statement yang berupa rangkuman dan rekomendasi dari pembicaraan serta diskusi selama rangkaian agenda. (RP)

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar