Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 15 Jun 2016, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (7/6). Salah satu bentuk kegiatan knowledge management adalah CoP, yakni Community of Practices. CoP bertujuan untuk menyaring dan mengelola segala informasi dan pengetahuan individu (tacit knowledge) dalam organisasi yang dapat memecahkan problem di dalamnya dan kembali disebarluaskan agar dapat menjadi pengetahuan bersama (explicit knowledge).

Kali ini salah satu bentuk CoP yang digagas oleh Subdit Informasi dan Sosialisasi Dit. TRP Bappenas adalah speech writing class. Speech writing class ini diisi oleh Mia Amalia selaku Kasubdit Tata Ruang. Beliau memiliki pengalaman dalam menyusun konsep dan pidato bagi orang-orang penting di pemerintahan baik untuk kepentingan acara dalam negeri maupun acara skala internasional.

Speech writing atau menulis pidato intinya adalah penyampaian gagasan, pikiran, dan informasi dari pembicara kepada khalayak. Salah satu tujuan berpidato adalah meyakinkan pendengar tentang isi pidato yang disampaikan. Agar pidato yang disampaikan dapat berjalan dengan lancar dan runtut, sebelumnya perlu disiapkan naskah pidato. Secara garis besar, naskah pidato terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.

Prinsip-prinsip yang harus diketahui sebelum menyusun Speech Writing adalah:

1) Pidato bukan presentasi atau orasi;

2) Listening is hard, maka dari itu gunakanlah kalimat yang terstruktur, sederhana, mudah diingat dan durasi yang tepat;

3) Speech writer atau penulis pidato bekerja di belakang layar dan harus mendalami karakter dan profil orang yang akan berpidato.

Struktur Utama isi pidato terdiri dari 1) Acknowledgement/penghormatan; 2) Rapport/unsur personal; 3) Topic/isi pidato; 4) Subtopic/pemaparan dan mengingatkan kembali pada struktur.

Kata dan kalimat yang dipakai sebaiknya kalimat aktif dan singkat, kosakata yang tepat dan beragam, kata sifat yang bersifat deskriptif dan menambah “rasa” kata, tentukan jenis tone (persuasif, argumentatif, analisis, atau visioner).

Kalimat yang digunakan haruslah  kalimat yang terstruktur, sederhana, mudah diingat dan durasi yang tepat. Karena komunikasi bersifat irreversible yang artinya tidak dapat kembali. Statement pertama yang disampaikan itulah yang akan diingat oleh audiens.

Sebagai penulis yang bekerja di belakang layar atau ghost writer kita harus memahami secara mendalam profil dan karakteristik speaker yang akan berpidato. Pidato yang disampaikan harus menyentuh dan mudah diingat oleh audiens. [RA]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar