Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 31 Mei 2016, 00:00:00 WIB, 19 View , Kategori : Tataruang

Depok, (24/5). Seminar yang diselenggarakan Lapan kali ini bertemakan, pemanfaatan data penginderaan jauh untuk bidang pertanian dan kehutanan, dengan memanfaatkan beberapa citra antara lain, Landsat 8, SPOT 6 dan 7 serta TerraSAR-X.

Beberapa calon peneliti Lapan melakukan pelatihan bersama dengan AirBus Defense and Space terkait pemanfaatan citra staelit dan Radar yang digunakan untuk monitoring deforestasi hutan dan monitoring lahan pertanian sawah.

Paparan pertama berjudul “Monitoring deforestation with optical satellites – a pixel based multi sensor appproach.  Secara garis besar kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan monitoring perubahan fungsi hutan menjadi non hutan dengan menggunakan citra satelit dengan pendekatan multi sensor pixel. Metode yang coba dikembangkan oleh Tim Peneliti Lapan bekerja sama  dengan Tim AirBus Defence and Space adalah dengan metode NDFI dengan menggunakan beberapa citra yang disatukan menjadi basemap dasar, dan citra saat ini sehingga bisa diketahui persentase deforestasi hutan dalam kurun waktu tertentu.

Pada dasarnya komputasi NDFI terdiri dari beberapa parameter antara lain adalah, (i) tutupan lahan, (ii) tutupan vegetasi non-fotosintesa, (iii) tutupan tanah dan (iv) luasan kanopi. Masing-masing parameter tersebut diidentifikasi menggunakan besaran pixel dari masing-masing citra tersebut. Daerah yang menjadi sampel untuk melihat deforestasi hutan ada di sebelah timur Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di Kabupaten Aceh Timur dengan luasan sekitar 2.867,85 Km2.

Salah satu kelemahan yang ada dalam citra Landsat 8 OLI adalah cukup sulit untuk membedakan antara hutan dengan perkebunan kelapa sawit, namun apabila menggunakan citra Sentinel-2, maka cukup mudah untuk membedakan antara hutan dengan perkebunan kelapa sawit.

Paparan kedua berjudul “Utilization of Remote Sensing Satellite Data for Agriculture Monitoring”. Secara garis besar kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring kegiatan pertanian dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh.

Metode yang digunakan dalam monitoring untuk kegiatan pertanian menggunakan teknologi Radar. Radar memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan citra satelit, antara lain adalah kemampuan Radar dalam menangkap citra meskipun terhalang tutupan awan, kemudian Radar dapat bekerja disepanjang waktu, tidak membutuhkan bantuan pencahayaan dari sinar matahari. Namun yang menjadi persoalan adalah harga yang dibayar relatif lebih mahal bila dibandingkand dengan citra satelit.

Radar yang digunakan untuk monitoring kegiatan pertanian adalah Radar jenis TerraSAR-X dengan sampel penelitian adalah Kabupaten Karawang. Citra TerraSAR-X memiliki 2 sistem polarisasi yaitu single composite dan dual composite. Metode Dual Composite memiliki pengertian membedakan obyek menjadi 2, yaitu padi dan non padi, sedangkan single composite berdasarkan umur tanaman dan terbagi menjadi 3 stage. [ES, AF]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 15 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 19 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar