Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 18 Mei 2016, 00:00:00 WIB, 18 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (13/5). Tema Musrenbangnas 2016 adalah “Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antar-Wilayah”, diharapkan Bappenas menjadi sistem integrator dan akan melakukan pembicaraan tentang bagaimana mengalokasikan anggaran untuk program prioritas sebagaimana diharapkan dalam money follow program.

Musrenbangnas 2016 berlangsung sejak 20 April hingga 4 Mei dan menghasilkan kesepakatan atas rencana pemerintah pusat (kementerian/lembaga) dengan usulan prioritas program/kegiatan dari pemerintah daerah per prioritas nasional yang dituangkan dalam bentuk Berita Acara Kesepakatan Musrenbangnas 2016. Hasil tersebut menjadi acuan untuk penyusunan Rancangan Akhir RKP 2017 serta untuk penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja kementerian/lembaga dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2017.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil memaparkan bahwa dalam proses penyusunan RKP 2017 dilakukan perubahan pendekatan perencanaan pembangunan menjadi holistik-tematik, terintegratif dan spasial serta pendekatan anggaran menjadi money follow program. Pendekatan yang lebih komprehensif ini dilaksanakan untuk menghindari duplikasi program pembangunan. Sebab, satu program akan didekati beberapa sektor dari berbagai kementerian/lembaga dan dana yang ada akan difokuskan untuk program prioritas. Akibat adanya perubahan ini, pendekatan dalam RKP 2017 akan mengefektifkan belanja pembangunan. Selain itu program-program yang nomenklaturnya tidak jelas akan dipangkas.

Menteri Sofyan menjelaskan, “Akibat dari pendekatan RKP 2017, beberapa kementerian/lembaga akan mendapatkan anggaran tambahan secara substansial dibandingkan 2016, dan beberapa akan mengalami penurunan anggaran. Semua program dan anggaran multiyears dijamin sehingga tidak ada program yang berjalan bisa terhenti.”

Perihal Dana Alokasi Khusus (DAK), Menteri Sofyan menyebutkan pemberian DAK terhadap kegiatan prioritas akan dialokasikan dengan pola Inpres. Ini adalah dana yang dijanjikan presiden dan akan diberikan pada kabupaten tertentu dengan pola Inpres seperti jaman pemerintahan Orde Baru. DAK akan difokuskan pada pembangunan kawasan ekonomi, pengembangan pariwisata, konektivitas nasional, dan kembali kedaulatan pangan.

RKP 2017 juga berupaya memasukkan aspek revolusi mental yang mainstreaming di semua kegiatan. Semua kegiatan pembangunan harus memasukkan aspek revolusi mental. Misalnya membangun proyek dengan kualitas tinggi, membangun proyek dengan harga yang wajar, menetapkan penegakan hukum dan disiplin sehingga dengan demikian pembangunan fisik juga diikuti dengan nonfisik. Selain itu regulasi turut menjadi perhatian utama dalam RKP 2017.

Untuk Musrenbangnas selanjutnya dalam penyusunan RKP 2018 direncanakan forum diskusi di setiap provinsi akan diselenggarakan sepanjang tahun.

“Akan dicicil di setiap provinsi bertahap dari beberapa kementerian/lembaga. Sehingga pelaksanaan penyusunan RKP 2018 akan lebih baik lagi dari pelaksanaan saat ini dan diskusinya bersifat lebih substansial,” tegas Menteri Sofyan.

Musrenbangnas tahun ini ditutup oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf kalla di Istana Negara Jakarta pada Rabu (11/5). Dalam acara penutupan Musrenbangnas 2016 sejumlah menteri Kabinet Kerja tampak hadir antara lain Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menlu Retno Marsudi, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti M Nasir, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, serta Kapolri Badrodin Haiti. Hadir pula Gubernur dari seluruh Indonesia, terutama Gubernur DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat yang menerima penghargaan MDGs dan Anugerah Pangripta Nusantara.



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar