Minggu, 29 November 2020, WIB
Breaking News

, 07 Apr 2016, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Sebagaimana diketahui, Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDGs) telah secara resmi memasuki periode implementasi sejak 1 Januari 2016. Momentum ini menjadikan SDGs sebagai “guidelines” penting dalam upaya pengentasan berbagai masalah global hingga 15 tahun ke depan. Selama proses formulasinya, Indonesia telah berperan aktif dalam menyampaikan rekomendasi tujuan dan target-target SDGs. Tentunya, komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan tidak berhenti di tahap formulasi saja, namun juga senantiasa diarahkan untuk dapat terus mengawal implementasi pencapaian agenda pembangunan, salah satunya melalui penguatan kapasitas nasional dan sub-nasional yang didukung oleh keterlibatan seluruh “multistakeholders”.


Pelaksanaan Seminar Nasional "Prospek dan Tantangan Indonesia dalam Implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDGs)" ditujukan untuk menyosialisasikan rekam jejak serta komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan global, sekaligus merumuskan rekomendasi terkait pemetaan prospek dan tantangan Indonesia dalam implementasi agenda pembangunan melalui keterlibatan multistakeholders (pemerintah, NGOs, akademisi, pelaku bisnis, dan sebagainya) di tingkat sub-nasional.


Kegiatan yang dibuka Rektor UNAND Prof Dr Tafdil Husni merupakan wadah untuk mengatasi berbagai masalah global hingga 15 tahun ke depan. Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDGs) telah memasuki periode Implementasi. Momentum ini menjadikan SDGs sebagai guidelines penting dalam upaya pengentasan berbagai masalah global hingga 15 tahun ke depan. Tafdil Husni menyatakan, ini merupakan program Internasional. Maka, kegiatan ini sangat penting, soalnya banyak ilmu yang akan didapat. Selama proses formulasinya, Indonesia telah berperan aktif dalam menyampaikan rekomendasi Tujuan dan Target-Target SDGs. Tentunya, komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan tidak berhenti di tahap formulasi saja, namun juga senantiasa diarahkan untuk dapat terus mengawal implementasi pencapaian agenda pembangunan, salah satunya melalui penguatan kapasitas nasional dan sub-nasional yang didukung oleh keterlibatan seluruh multistakeholders.


“Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan Seminar Nasional “Prospek dan Tantangan Indonesia dalam Implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDGs)” ditujukan untuk menyosialisasikan rekam jejak serta komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan global,” terangnya.
Dekan Fakultas ISIP UNAND Nusyirwan Effendi menyatakan, kegiatan seminar ini merupakan agenda rutin fakultas ISIP UNAND. Soalnya, seminar ini sangat banyak manfaat bagi generasi muda. “ISIP adalah fakultas termuda di UNAND. Namun, sudah banyak kegiatan nasional yang kami gelar salah satunya seminar ini,” terangnya. Kegiatan ini sekaligus merumuskan rekomendasi terkait pemetaan prospek dan tantangan Indonesia dalam implementasi agenda pembangunan melalui keterlibatan multistakeholders (pemerintah, NGOs, akademisi, pelaku bisnis, dsb) di tingkat sub-nasional.

Para Narasumber dalam seminar ini, Kepala Pusat P2K-OI BPPK Kemlu, Fikry Cassidy; Peneliti Utama LIPI, Dr. Ganewati Wuryandari, M.A; dan Ketua Jurusan Ilmu HI UNAND, Apriwan, S.Sos., M.A. [SY]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar