Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 24 Feb 2016, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Tahun 2015 adalah tahun penting bagi diplomasi multilateral dengan disepakatinya Addis Ababa Action Agenda, Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Paris Agreement, dan Nairobi Package. Oleh karenanya sangat penting untuk meningkatkan kapasitas nasional dan kontribusi Indonesia pada dunia karena pendiri republik ini sejak awal memposisikan diri bahwa RI harus menjadi anggota masyarakat internasional yang baik dan kontributif. Demikian sambutan dari Wakil Menlu RI, Duta Besar RI, A.M. Fachir.

"Soal Addis Ababa, Nairobi, Paris, SDGs, itu adalah bagaimana kita ikut berkontribusi untuk norm setting pada tingkat global. Agar ketentuan-ketentuan atau perilaku internasional adalah sesuai dengan upaya kita menciptakan ketertiban dunia. Kita mencoba mensinergikan atau menyeimbangkan antara kapasitas dan kontribusi kita. Semakin besar kapasitas kita, semakin besar kontribusi kita," demikian disampaikan Wamenlu.

Para pemapar terdiri dari Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu, Duta Besar Esti Andayani, bertindak sebagai pembicara adalah Kepala Pusat Penelitian Politik (LIPI), Dr. Adriana Elisabeth, M.Soc.Sc; Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan, BAPPENAS, Ir. Wismana Adi Suryabrata, MIA; Kepala Sekretariat SDGs, Dra. Nina Sardjunani, MA; dan Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kemlu, Toferry Primanda Soetikno.

Dalam paparannya, Dirjen IDP, Duta Besar Esti Andayani menyampaikan bahwa Sebagai Middle Income Country dan anggota G20, maka Indonesia mempunyai peran dalam mendorong pencapaian target pembangunan baik pembangunan nasional maupun global. "Kita harus berperan aktif tidak hanya menerima bantuan dari kerja sama pembangunan itu, tapi juga memberikan kontribusi. Salah satu caranya adalah melalui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Adanya perubahan konstelasi global dimana kerja sama ini menjadi sarana negara-negara berkembangan utk terlibat dan mengambil peran dalam kerja sama pembangunan internasional,".

Manfaat kerja sama KSST termasuk peningkatan engagement dengan negara-negara untuk mendukung Indoensia baik secara bilateral, maupun regional dan internasional. Terkait negara-negara Pasifik, dukungan mereka penting untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Selain itu, kerja sama menghasilkan peluang ekonomi serta merupakan investasi politik serta dapat memperkuat citra Indonesia.

Dari hal semua tersebut diatas, kiranya yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa dalam meningkatkan diplomasi Indonesia memang perlu strategi komunikasi dalam implementasi dan mendukung kegiatan-kegiatan baik dari sisi perencanaan, proses multilateral dan bilateral sampai dengan bagaimana evaluasi yang perlu dilakukan agar apa yang dilakukan oleh Indonesia dalam diplomasi dengan kawasan negara di sekitarnya dapat terwujud dengan baik (SY)

 


 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 17 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar