Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 04 Jan 2016, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (29/12). Dipimpin oleh Plh. Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN, rapat ini dimaksudkan untuk meminta masukan terkait Kajian Diskusi Penyelesaian Penyusunan Rencana Pengembangan Wilayah Kawasan Manado-Bitung-Kawangkoan-Tumpaan-Amurang (MBKTA).

Sasaran yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya kebutuhan ruang serta sarana dan prasarana pendukung guna mendukung  pengembangan  wilayah  Kawasan MBKTA; teridentifikasinya  konsep  pengembangan  wilayah  Kawasan MBKTA; terumuskannya  kebijakan  dan  strategi  pengembangan wilayah Kawasan MBKTA; teridentifikasinya usulan program prioritas bagi  pengembangan poros maritim di Kawasan MBKTA.
Seperti yang tercatat, luas delineasi Kawasan MBKTA adalah 199.986,57 ha. Kajian yang ada telah menghasilkan model bisnis untuk perkebunan, perikanan, holtikultura, dan pariwisata serta menghasilkan rumusan tujuan, kebijakan dan strategi pengembangan Kawasan MBKTA. Produk akhir kajian bukan masterplan, karena areal kawasan pengembangan yang sangat luas.

Masukan dari Plh. Direktur Penataan Kawasan Kementerian ATR/BPN yakni perlu menganalisa pembiayaan yang dibutuhkan dan sudah lengkap dengan estimasi kemampuan dari dana APBD, APBN, serta sejauh mana peran dunia swasta. Hal ini berkaitan dengan tusi Direktorat Penataan Kawasan bukan hanya merencanakan tetapi mewujudkan; perlu melakukan kegiatan mapping stakeholders; standar permukiman fasos dan fasum harus dipastikan sudah terpenuhi di dalam konsep pengembangan wilayah yang akan dikembangkan; dan diperlukan diskusi intensif dengan pelaku pembangunan melalui fasilitasi BKPRD.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, BPIW, Kementerian PUPR dukungan infrastruktur PUPR di Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) tersebut antara lain: Pengembangan Bandara Sam Ratulangi, Pengembangan Jalur Kereta Api Manado-Bitung, Pengembangan KSPN Bunaken, KSPN Bitung-Lembeh, dan KSPN Tondano-Tomohon, Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Manado, Pengembangan Pelabuhan Pengumpan Regional Amurang, Pembangunan Bendungan Lolak dan Bendungan Kuwil, Pengembangan Pelabukan Hub Internasional Bitung, Pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, dan Pengembangan KI dan KEK Bitung. Selain itu, diperlukan kajian strategis baik dilihat dari segi lokal, regional, maupun internasional.

Subdit Tata Ruang yang mewakili Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas memberikan masukan, antara lain bahwa Manado, Bitung, dan Tomohon didalam RPJMN 2015-2019 merupakan wilayah yang memiliki index risiko tinggi untuk banjir dan longsor, letusan gunung api, gempabumi, cuaca ekstrim dan abrasi tinggi. Hasil kajian perlu mengakomodir pengurangan risiko bencana banjir di areal tersebut. Analisa aktivitas ekonomi yang akan dibangun di MBKTA juga perlu menganalisa bangkitannya terhadap hinterlandnya.

Perlu menganalisa berapa jumlah penduduk yang diperkirakan akan masuk ke Kawasan MBKTA dan darimana saja penduduk tersebut berasal, hal ini diperlukan untuk menghitung kapasitas penduduk yang ditampung dari desain fasos dan fasum yang telah disusun. Hal ini sangat diperlukan mengingat aktivitas ekonomi yang akan dikembangkan sebagian besar adalah kegiatan industrialisasi. Perlu pendekatan dari awal dengan masyarakat agar mengubah/menyesuaikan pola pikir masyarakat dengan visi, misi, dan strategi penataan kawasan. Proyeksi untuk memperkirakan kebutuhan sarana prasarana, infrastruktur dan target wisatawan masih mengggunakan proyeksi pertumbuhan alami, sehingga kurang relevan mengingat beberapa titik di kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata dan kegiatan industri. (RI)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar