Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 24 Nov 2015, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (19/11). Penyusunan Buku Panduan Pengembangan Resilient City di Indonesia termasuk dalam salah satu strategi pembangunan perkotaan tahun 2015-2019 dalam RPJMN, yakni mewujudkan kota hijau yang berketahanan iklim dan bencana (urban resilience) yang sesuai dengan karakteristik kota-kota di Indonesia. Konsinyasi ini dihadiri oleh Kementerian ATR/BPN, Direktorat TRP Bappenas, BPIW, Pemerintah Kota Semarang, ICLEI, dan Tim Konsultan.

Resilient city adalah kota yang memiliki kemampuan untuk kembali ke bentuk semula setelah mendapat risiko/ tekanan/bencana. Dalam konteks kota, Resilient City diterjemahkan menjadi sebuah paradigma baru untuk memahami serta mengelola resiko bahaya dan perubahan iklim di perkotaan pada proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan kota melalui integrasi tata ruang.

Platform dasar Resilient City  akan terletak pada prinsip perencanaan kota yang menempatkan ’struktur’ dan ’fungsi’ ke dalam tiga konstelasi aspek ketangguhan yakni inovasi, mitigasi dan adaptasi. Secara spasial ’struktur’ dan ’fungsi’ adalah pendukung dalam proses pembangunan yang ada di kota, yang pada masa mendatang harus didukung dengan inovasi, mitigasi, dan adaptasi sehingga apabila keberlanjutan pembangunan dapat terimplementasikan dengan baik, maka kota tersebut akan mengarah pada kota yang tangguh (Resilient City).

Langkah-langkah dalam melakukan integrasi Resilient City ke dalam Tata Ruang adalah: Identifikasi Produk Teknis Tata Ruang; Integrasi Program Sektor; dan Integrasi Operasional Tata Ruang dalam mendukung Resilient City (perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian).

Ada beberapa strategi utama tata ruang dalam mendukung Resilient City yakni: Menyediakan infrastruktur yang aman dan terjangkau; Mengatur desain bangunan dan konstruksi; Mengatur kegiatan berbahaya yang dapat menyebabkan bencana; Mengendalikan tata guna lahan dan mengatur apa yang dapat dibangun diatasnya; Mendorong dan mendukung rumah tangga agar aktif dalam aksi masyarakat dalam mengurangi risiko; dan Memberikan peringatan dini terhadap datangnya bencana, kesiapsiagaan, dan sistem tanggap bencana. (RI)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar