Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 10 Nov 2015, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (4/11). Dipimpin oleh Direktur Energi, Telekomunikasi dan Informatika, Bappenas, kegiatan perencanaan tata guna lahan partisipatif (partisipatory land use planning/PULP) ini bertujuan untuk menentukan batas wilayah desa secara spasial dan pemetaan sumber daya yang ada di desa terpilih.

Kegiatan perencanaan tata guna lahan partisipatif ini merupakan bagian dari kegiatan hibah Millenium Challenge Corporation (MCC). Tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu negara berkembang termasuk Indonesia dalam rangka mengatasi kemiskinan global (global poverty).

Secara umum program hibah MCC meliputi 3 (tiga) proyek besar yaitu: proyek kemakmuran hijau (Green Prosperity Project), proyek modernisasi pengadaan (Procurement Modernization Project), dan proyek kesehatan dan gizi berbasis masyarakat (Community-Based Health and Nutrition to Reduce Stunting Project).

Salah satu komponen kegiatan dari proyek kemakmuran hijau adalah perencanaan tata guna lahan partisipatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan batas wilayah desa berdasarkan data spasial dan penggunaan lahan yang akurat serta pemetaan potensi sumber daya di desa tersebut.

Beberapa kabupaten yang akan menjadi lokasi pilot project, antara lain adalah Jambi (meliputi Merangin, Muaro Jambi, Kerinci, Tanjung Jabung Timur); Sulawesi Barat (meliputi Mamuju, Mamasa); NTB (meliputi Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur); NTT (meliputi Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur).

Untuk mendukung kegiatan tersebut, beberapa bupati sudah mengeluarkan peraturan mengenai panduan penetapan dan penegasan batas desa dan keputusan mengenai tim yang melaksanakan penetapan dan penegasan batas desa.

Pada kesempatan tersebut, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas menyampaikan beberapa hal, antara lain: pemetaan wilayah desa tersebut dengan skala besar agar mempunyai data dengan tingkat akurasi yang tinggi; hasil pemetaan agar dapat disampaikan kepada pihak terkait termasuk data shafefile (.shp) sehingga dapat diolah lebih lanjut. (IK, RA)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar