Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Nov 2015, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Medan, (4/11). Beberapa tahun terakhir ini telah berkembang konsep Aerotropolis yang diperkenalkan oleh Prof. John Kasarda dari Amerika Serikat. Konsep Aerotropolis ini diterjemahkan sebagai upaya mengembangkan wilayah dengan memanfaatkan keberadaan bandara sebagai penggerak pertumbuhan suatu wilayah. Pada konsep ini diperkenalkan 4R yaitu Runway (bandara), Road (jalan tol), Railway (kereta) dan River (pelabuhan) sebagai pendukung utama.

Menyikapi hal ini, Direktorat Transportasi Bappenas saat ini menginisiasi upaya mengembangkan konsep Aerotropolis Kualanamu. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan FGD Pengembangan Wilayah Sumatera Utara Integrasi Aerotropolis Kualanamu dan Hub Port Kuala Tanjung bertempat di Medan pada Rabu, 4 November 2015.

Salah satu pembicara adalah Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas, Oswar Mungkasa. Pembicara lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PT. Pelindo I, PT. Angkasa Pura, dan Kementerian Perindustrian.

Sebagai kesimpulan disarankan agar konsep Aerotropolis dapat segera diakomodasi dalam RTRW baik di tingkat kabupaten/kota, propinsi maupun Rencana Rinci Tata Ruang. Selain itu, konsep Aerotropolis Kualanamu juga perlu dintegrasikan dengan keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei. (OM)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar