Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 26 Okt 2015, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (26/10). Sebagai rangkaian peringatan Hari Pertanahan dan Hari Tata Ruang Tahun 2015, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Peran Penataan Ruang dan Pertanahan dalam Penguatan Pengelolaan Kota Pusaka. Acara dibuka oleh plt Dirjen Tata Ruang Kemen ATR/BPN, Budi Situmorang.

Pada kesempatan tersebut, sebagai pembicara pertama adalah Evert Verhagen (founder, Director of Creative Cities) menjelaskan Pengembangan Kota Pusaka secara Kreatif melalui Inovasi Instrumen Penataan Ruang dan Pertanahan. Disusul pembicara kedua Gerard de Graaf (Board of Director the Dutch Narrow Gauge Railway Museum) dengan tajuk Pengembangan Kota Pusaka sebagai Destinasi Wisata yang Berkelanjutan. Ditutup dengan tajuk Peluang Pengembangan Kota Pusaka Indonesia melalui Jejaring Kemitraan oleh Hasti Tarekat (founder Heritage Hands On).

Konsep Kota Pusaka di Indonesia mulai dikenali pada tahun 2008 dan berkembang menjadi program Kota Pusaka pada tahun 2012. Gerakan Kota Pusaka akan berkembang ketika konsep ini terinternalisasi  dalam rencana tata ruang dan regulasi pertanahan. Keberadaan kota pusaka akan menjadi salah satu sumber destinasi wisata. Tentunya juga sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas kita sebagai sebuah bangsa. (OM)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 18 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar