Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 16 Okt 2015, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta (12/10). Terdapat penetapan beberapa kawasan pariwisata prioritas oleh Kementerian Pariwisata yaitu 50 DPN (Destinasi Pariwisata Nasional), 88 KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), 222 KPPN (Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional), 19 Lokasi Prioritas Investasi Pariwisata, 34 KEK Pariwisata dan 12 Destinasi Pariwisata Berbasis Ekonomi Kreatif, sehingga sulit untuk mengetahui mana yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dalam lima tahun kedepan.

Dipimpin oleh Plh. Direktur Penataan Kawasan Kementerian Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional, diadakanlah rapat untuk mengidentifikasi isu, strategi dan permasalahan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif terkait tata ruang; prioritas yang dikembangkan untuk jangka menengah serta peran tata ruang dalam mendukung pengembangan industri kreatif.

Pengembangan sektor pariwisata difokuskan dalam tiga hal yaitu accesibility, amenity dan attraction. Ada beberapa isu dalam pengembangan kawasan pariwisata yaitu: 1) belum memperhatikan penataan ruang sebagai landasan pemanfaatan ruangnya; 2) kegiatan pariwisata seringkali tidak memperhatikan daya dukung lingkungan; 3) pelibatan masyarakat masih rendah; 4) koordinasi antar K/L terkait belum dilakukan sehingga seringkali terjadi konflik dengan sektor lainnya dan 5) masih rendahnya dukungan sarana prasarana dan infrastruktur di kawasan pariwisata.

Bertempat di Hotel Grand Kemang, peserta rapat menyimpulkan bahwa mekanisme kerjasama antara Kementerian Pariwisata dengan K/L lain perlu dilakukan, misalnya kerjasama antara Kementerian Pariwisata dengan Kementerian Kehutanan dalam mengelola taman nasional, dll.

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) diperlukan sebagai instrumen dalam penataan ruang dan perizinan di kawasan pariwisata. RDTR disusun untuk menjaga agar pemanfaatan ruang di kawasan pariwisata tetap memperhatikan fungsi konservasi, fungsi estetika, fungsi sosial, fungsi ekonomi secara berimbang dan berkelanjutan. (EY,CR)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 17 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar