Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 08 Sep 2015, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta (4/9). Tujuan rapat ini adalah membahas kesiapan dokumen-dokumen pengusulan KEK Lhokseumawe ke Dewan Nasional KEK di Kemenko Perekonomian.

Dalam persiapan pengusulan KEK ini ke Dewan Nasional KEK, dibentuk Tim Pelaksana yang terdiri dari Tim  AMDAL, Tim Feasibility Study, Tim Master Plan, dan Tim Asset dan Lahan yang merupakan bagian dari Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman No. 18/2015 tentang Tim Percepatan Pembangunan KEK Lhokseumawe Provinsi Aceh. Direktur TRP, Oswar Mungkasa, termasuk dalam Tim Master Plan.

Dasar pengusulan KEK ini adalah untuk mengaktifkan kembali industri di Aceh untuk mempercepat pembangunan ekonomi sesuai arahan Presiden ke Menko Ekonomi dan Menko Maritim.

Cakupan wilayah usulan KEK Lhokseumawe adalah PT Arun LNG, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), dan PT Kertas Kraft Aceh (KKA) dengan luas keseluruhan 2.641 Ha, dengan sektor utama energi, industri, dan logistik (perdagangan-ekspor/impor, packaging, pergudangan).

Usulan KEK Lhokseumawe berupa KSN Kawasan Industri Lhokseumawe dalam RTRWN, RTRW Aceh dan RTRW Kota Lhokseumawe. Namun Kawasan Industri Lhokseumawe tidak termasuk dalam 14 Kawasan Industri Prioritas oleh Kementerian Perindustrian dan tidak termasuk dalam pembahasan selama ini.

Dalam PP 26/2008 tentang RTRWN, usulan KEK Lhokseumawe berupa KSN Kawasan Industri Lhokseumawe (satu-satunya KSN yang dicantumkan sebagai Kawasan Industri).

Dalam Qanun Aceh 19/2013 tentang RTRW Aceh 2013-2033, usulan KEK Lhokseumawe telah tercantum dalam Penetapan KSN disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Aceh berupa Kawasan industri Lhokseumawe. Tidak ditetapkan lagi sebagai KSP karena telah dicantumkan sebagai KSN.

Dalam Qanun Kota Lhokseumawe 1/2014 tentang RTRW Kota Lhokseumawe, usulan KEK Lhokseumawe telah tercantum sebagai Kawasan Industri Lhokseumawe (KIL) sebagai KSN dengan sudut kepentingan ekonomi dan tercantum zonasinya di peta rencana kawasan strategis.

Bertempat di Kantor Ditjen PPI Kementerian Perindustrian Kawasan Industri, dinyatakan bahwa Lhokseumawe tidak termasuk dalam 14 Kawasan Industri Prioritas oleh Kementerian Perindustrian dan tidak termasuk dalam pembahasan selama ini. Usulan KEK Lhokseumawe tidak termasuk dalam 8 KEK yang telah ditetapkan selama ini (yaitu Sei Mangkei, Tanjung Api-Api, MBTK, Tanjung Lesung, Palu, Mandalika, Bitung, dan Morotai). (AS, RA)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar