Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 04 Sep 2015, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Makassar (28/8). Sebagai sebuah institusi pemerintah, Direktorat TRP telah banyak melakukan berbagai kegiatan keilmuan/birokratis dalam penyusunan berbagai kebijakannya. Kegiatan diskusi, lokakarya, seminar, dan kajian yang selalu diadakan setiap tahunnya telah menghasilkan berbagai pengetahuan baik dalam bentuk peraturan maupun kebijakan lainnya. Seluruh peraturan dan kebijakan yang disusun oleh berbagai sektor adalah data penting yang perlu diintegrasikan ke dalam bentuk sistem Knowledge Management (KM). KM dapat menjadi solusi bagi berbagai organisasi dan individu pengguna ruang secara efektif dengan menurunkan gap pengetahuan pada setiap elemen di dalamnya.

Untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan secara utuh mengenai Knowledge Management (KM) yang dilakukan oleh Yayasan BaKTI dalam pengumpulan, penyimpanan dan pendistribusian data, informasi dan program pembangunan yang selama ini telah dilakukan, direktorat TRP yang diwakilkan oleh subdit Infosos, Tata Ruang, Pertanahan, beserta tenaga ahli Haitan Rachman berkunjung ke Yayasan BaKTI.

Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) merupakan suatu bagian dari Kantor Pendukung Bank Dunia untuk Indonesia bagian Timur (SOfEI) yang bertugas melakukan pengumpulan dan pendistribusian informasi tentang program pembangunan dan bantuan yang tersedia untuk pembangunan kawasan timur Indonesia.

Dari diskusi tersebut direktorat TRP mendapat contoh-contoh kegiatan Knowledge Sharing yang dilakukan BaKTI:

  1. Forum kepala bappeda provinsi. Para kepala Bappeda bertemu setahun 2x untuk membicarakan apa yang sudah dilaksanakan masing-masing daerah, kebijakan yang dibuat apakah sudah berjalan atau tersendat. Pada awalnya, mereka saling berkompetisi, tapi sekarang mereka sudah memikirkan kedaerahannya dan saling berbagi pengetahuan.
  2. JiKTI (Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia). Fungsi dari pertemuan peneliti dan ilmuan ini untuk mensinkronisasikan penelitian-penelitian baru, dimana menggunakan hasil penelitian yang lama untuk dikembangkan lagi. Pembicaraan-pembicaraan di JiKTI berbasis data.
  3. Batukarinfo.com. Merupakan salah satu media online BaKTI. Di bagian opportunity ada semacam lowongan kerja bagi yang mencari tenaga profesional dari kawasan indonesia timur, jadi tidak hanya dari jakarta saja.
  4. Stock of knowledge, media online bagi para peneliti. Mereka bisa posting hasil penelitian mereka. Disini, para peneliti bisa langsung berkomunikasi dengan peneliti-peneliti dari kawasan timur Indonesia.
  5. Knowledge Sharing Events. Event ini penting untuk mengadvokasi produk-produk hasil kegiatan BaKTI. Bukan hanya BaKTI di Makassar, tapi jaringan BaKTI di daerah lain. Mereka mengirimkan hasil kegiatannya untuk diposting di BaKTI Makassar.
  6. Bengkel komunikasi pembangunan. Banyak NGO atau LSM punya proyek bagus, tapi tidak dikemas / dipublikasi dengan bagus. Disini BaKTI membantu mereka mengemas produk-produk yang ada di institusi tersebut.
  7. News café: mengundang wartawan untuk berdiskusi, bukan untuk diliput, isi diskusi biasanya tentang suatu tema bermasalah atau yang tidak muncul di publik.

Dan ada satu catatan penting. Menurut BaKTI, jika KM dilakukan sebagai sidejob, akan hilang dengan sendirinya. Maka dari itu memang harus ada satu unit yang khusus mengurusi KM. Dan jika sudah berjalan, harus dibuat SOPnya agar setiap individu merasa memiliki KM dan menjalankannya dengan teratur. (RA)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 18 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar