Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Jul 2015, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang


Pelaksanaan PRODA di Provinsi Kalimantan Timur sudah berlangsung sejak tahun 2010, dengan fokus pada pengembangan kegiatan pertanian, dan berlangsung di 10 Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Timur antara lain, Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Bulungan (sekarang menjadi Provinsi Kalimantan Utara), Pase, Penajam Paser Utara, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu.
Berdasarkan kesepakatan pada bulan September-Oktober 2014 antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten/Kota, secara akumulatif target total lahan yang tersertifikasi pada tahun 2015 mencapai 905 bidang yang terbagi atas, 149 bidang di Kabupaten Kutai Barat, 200 bidang di Penajam Paser Utara, 200 bidang di Berau, 200 bidang di Kutai Kartanegara, 100 bidang di Paser, dan 56 bidang di Kutai Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Dit TRP mendapatkan gambaran realisasi pelaksanaan Proda di Provinsi Kalimantan Timur di 6 (enam) kabupaten/kota yaitu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutan Kartanegara, Kanupaten Paser, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Timur. Pencapaian realisasi pelaksanaan sertififikasi rata cukup baik. Seperti contoh kegiatan sertifikasi di Kabupaten Kutai Timur, dimana kegiatan sertifikasi pada tahun 2015 sebanyak 56 bidang dan realisasi bidang dengan status clean dan clear sebanyak 48 bidang. Saat ini Pemerintah Daerah belum bisa melakukan kegiatan sertifikasi karena masih dalam tahap verifikasi dan koreksi data, terkait ditemukannya data yang tumpang tindih dengan ijin perkebunan. Selain itu juga keterbatasan juru ukur dari BPN menjadi kendala laindalam pelaksanaan program sertifikasi.

Oleh karenanya, Pelaksanaan kegiatan PRODA di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2015 sudah berlangsung dengan baik, dan mendapatkan antusiasme yang baik dari seluruh pemangku kebijakan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Beberapa permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan PRODA di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur antara lain adalah, (i) keterbatasan juru ukur di tiap-tiap kantor pertanahan di kabupaten/kota, (ii) pembiayaan kegiatan pra sertifikasi lahan belum tersedia di kabupaten/kota sebagai dana pendamping, (iii) koordinasi yang belum berjalan dengan baik antar instansi di kabupaten/kota.

Sebagai hasil yang dapat diperoleh dari kunjungan kali ini akan diadakan seminar terkait dengan PRODA yang akan dilakukan pada medio bulan oktober, dimana Provinsi Kalimantan Timur akan menjadi contoh dari pelaksanaan PRODA yang cukup sukses, sehingga bisa direplikasi oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.(RN/SY)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar