Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 24 Jun 2015, 00:00:00 WIB, 18 View , Kategori : Tataruang

Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data pelaksanaan kegiatan bidang pertanahan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 dan Tahun 2015 sampai dengan semester I. Selain itu, kegiatan ini untuk melihat pelaksanaan kegiatan reforma agraria yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal.

Beberapa hal penting yang dikumpulkan dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi tersebut meliputi:
a. Secara umum pelaksanaan kegiatan bidang pertanahan di Provinsi Jawa Tengah mencapai target yang ditetapkan (100 persen). Namun, untuk penyerapan keuangan tidak semua kegiatan mencapai 100 persen dengan persentase rata-rata 95 persen.
b. Beberapa kegiatan yang mencapai target di Tahun 2014 antara lain adalah: (i) sertipikasi Prona; (ii) penyusunan peta tematik pertanahan; (iii) IP4T; (iv) Konsolidasi tanah; (v) redistribusi tanah; (vi) Neraca penatagunaan tanah; (vii) penanganan kasus pertanahan; dan (viii) WP3WT. Untuk kegiatan yang tidak mencapai target di Tahun 2014 adalah sertipikasi tanah BMN, dan penetapan tanah terlantar.
c. Untuk pelaksanaan kegiatan Tahun 2015, pelaksanaan kegiatan khususnya kegiatan koordinasi sudah dilakukan dengan capaian rata-rata 20 persen. Namun, penyerapan anggaran masih 0 persen karena mengalami kendala pencairan DIPA yang belum dapat dilakukan.
d. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Tahun 2015 adalah: (i) sertipikasi BMN; dan (ii) redistribusi tanah. Sedangkan kegiatan seperti IP4T, penyusunan peta pertanahan, identifikasi tanah terlantar, WP3WT, Neraca penatagunaan tanah, penanganan kasus belum dapat dilakukan.
e. Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan bidang pertanahan adalah: (i) pencairan DIPA yang belum dapat dilakukan; (ii) Kegiatan IP4T yang tidak diikuti dengan kegiatan sertipikasi tanah; (iii) Untuk sertipikasi tanah BMN, banyak satker dinas yang belum menyampaikan berkas permohonan kepada BPN; dan (iv) Diperlukan revisi anggaran untuk kegiatan IP4T karena perubahan target lokasi kegiatan

Untuk kegiatan pemantauan pelaksanaan reforma agraria di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal dapat berjalan baik terutama di Desa Trisobo, Kecamatan Boja. Jumlah bidang tanah yang di redistribusi sebanyak 11,5 Ha berasal dari tanah bekas HGU dan diberikan kepada 560 KK. Untuk reforma asset diberikan bantuan untuk kegiatan pembuatan kripik singkong.

Terkait dengan adanya kendala yang dihadapi adalah jumlah produksi singkong sebagai bahan baku kripik singkong yang terbatas sehingga tidak dapat meningkatkan kapasitas produksi.  Bantuan bibit yang diberikan oleh Dinas Pertanian tidak sesuai jenisnya untuk pembuatan kripik singkong oleh masyarakat. Selain itu, belum ada inovasi produk dan mekanisme pembuatan yang masih tradisional. 

Hasil yang diperoleh selama kunjungan bahwa Pelaksanaan kegiatan bidang pertanahan di Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2014 dapat dilakukan dengan baik dan mencapai target yang ditetapkan. Namun, untuk Tahun 2015 pelaksanaan kegiatan terkendala dengan pencairan DIPA yang belum dapat dilakukan. 
dan pelaksanaan reforma agraria di Kabupaten Kendal sudah berjalan cukup baik namun perlu dilengkapi dengan reforma aset secara menyeluruh.

Oleh karenanya sebagai tindaklanjut yang perlu diperhatikan adalah terkait belum dapat dilakukannya pencairan DIPA oleh BPN, Dit. TRP selaku mitra kerja Kemen. ATR/BPN dapat membantu koordinasi antara Kemen. ATR/BPN dengan Kemenkeu. (RN/SY)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 16 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 19 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar