Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 17 Jun 2015, 00:00:00 WIB, 14 View , Kategori : Tataruang

Lokakarya ini diselenggarakan dengan tujuan untuk melakukan sosialisasi terkait kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan nasional. Selain itu, pada lokakarya ini juga disampaikan program-program pembangunan perkotaan yang ada di lembaga donor (world bank, ADB dan CIDA) yang dapat diakses oleh pemerintah daerah kab/kota.

Dalam kesempatan tersebut, mengemuka hal-hal yang berhubungan dengan tingkat pertumubuhan penduduk di perkotaan, permasalahan dan tantangan perkotaan dengan ditandai dengan adanya kemiskinan dan kriminalitas, rendanyan SDM, Modal sosial dan belum termanfaatkannya sosial budaya, terbatasnya pendanaan untuk pembiayaan pembangunan perkotaan, ketidaksinergisan antara peraturan yang berorientasi sektoral dengan pendekatan yang terintegrasi antar kota dalam sistem kewilayahan dan sebagainya.
Sebagai pilar dari pembangunan perkotaan itu sendiri harus berdasarkan pada KSPPN yaitu Kota Layak Huni, Kota Layak Hijau dan Kota Cerdas. Kesemuanya itu pun harus selaras dan sinergis dengan apa yang tertuang dalam sasaran pembangunan perkotaan dalam RKP Rancangan Awal RKP 2016.

Berbagai contoh kota percontohan seperti Kota Malang sebagai Kota Hijau, Kota Tangerang yang berusaha mengelola penanganan sampah dan pembangunan rumah susun, Kota Yogyakarta dengan berusaha meningkatkan kualitas penataan kota, ruang terbuka, kebersihan, tingkat pencemaran lingkungan dan perlindungan bangunan sejarah dan sebagainya.

Pada lokakarya ini disampaikan bahwa kota memiliki kerentanan yang tinggi terhadap resiko kebencanaan, krisis ekonomi, konflik sosial, kerusakan lingkungan, dll. Hal ini terjadi karena terjadi pemusatan distribusi penduduk di kota dan pengembangan kota yang dilakukan secara amorph/sporadis/sprawl. Oleh karena itu, konsep-konsep pengembangan kota (kota layak huni, kota hijau dan kota cerdas) harus dapat diintegrasikan dalam pedoman penyusunan RTRW Kota dan RDTR sebagai acuan pengembangan kota secara aspasial serta dilakukan integrasi pada rencana pembangunan kota (RPJMD, RKPD). (EY/SY)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 18 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar