Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 21 Mei 2015, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (21/5). "Tanpa strategi pengetahuan, kita akan kehilangan investasi pada orang, penelitian, pengembangan, dan pengalaman. Selain itu kita juga akan kehilangan peluang untuk tumbuh dalam peningkatan pelayanan publik", ujar Haitan Rachman pada acara sosialisasi sistem Knowledge Management, Selasa (19/5).

Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas memulai langkah baru dalam pengembangan sistem aplikasi Knowledge Management (KM). Sudah setahun berjalan, sistem KM di Direktorat TRP berjalan dengan lancar. Tingkat kepuasan pengguna dirasa baik. Maka dari itu menurut Kasubdit Bidang Informasi dan Sosialisasi, Santi Yulianti, akan sangat baik jika direktorat lain yang berada di bawah Kedeputian Regional dan Otonomi Daerah juga memiliki aplikasi ini.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh peserta rapat manfaat dari sistem Knowledge Management (KM) bagi direktorat terkait. Rapat ini juga sebagai bentuk tindak lanjut pemantapan penerapan sistem KM di Kedeputian Regional dan Otonomi Daerah.

Dijelaskan oleh Haitan, KM diperlukan karena:
1. Transfer pengetahuan dan informasi menjadi hal yang sangat penting untuk setiap organisasi di manapun
2. Pengetahuan dipahami sebagai aset tak berwujud (asset intangible) yang sangat bernilai
3. Menjadikan organisasi lebih fleksibel untuk menghadapi tantangan baru
4. Informasi dan pengetahuan telah menjadi pengendali utama untuk daya saing - bagaimana organisasi dapat memanfaatkannya untuk efisiensi dan inovasi.

Masih menurut Haitan, agenda utama KM bagi direktorat-direktorat yang ada adalah:
1. Membuat pengetahuan dan proses pengetahuan lebih eksplisit
2. Pengembangan kerangka kerja strategis untuk memandu eksploitasi pengetahuan (dalam produk, jasa dan proses).
3. Pengenalan metode yang lebih sistematis untuk manajemen pengetahuan.

Sementara itu tahapan-tahapan awal dalam pembentukan sistem KM adalah:
Preparation -> Analysis -> Design -> Develop -> Implement.

Saat ini tantangan buat kita semua adalah bagaimana mengeksploitasi gagasan/ide yang ada di direktorat ini.
Menurut Santi Yulianti, sebenarnya di direktorat Pengembangan Wilayah sudah ada Simreg dan situs-situs internal, hal itu bisa dikembangkan dengan menambahkan aplikasi KM guna menghimpun semua data dan pengetahuan para staf.

Peserta yang hadir sudah memahami pentingnya sistem KM bagi direktorat mereka. Setelah sosialisasi ini, para wakil dari tiap direktorat akan mempelajari lebih lanjut perihal KM. Selanjutkan akan ditindaklanjuti dengan tahapan preparation, yaitu pembentukan tim KM dan proses training.

Selanjutnya direktorat TRP selaku champion akan mengirim memo ke direktorat yang lain untuk memilih salah satu orang yang menjadi person in charge (PIC) dan champion di direktoratnya masing-masing. [RA]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar