Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 12 Mei 2015, 00:00:00 WIB, 20 View , Kategori : Tataruang

Jakarta (12/5). Serial workshop Smart City yang kedua telah diadakan di Ruang Serba Guna SAPPK, ITB Bandung pada 28 April 2015. Tema workshop kali ini adalah Anatomi Kota dan Model Pengembangan Kota Cerdas. Direktorat TRP mengirimkan salah satu stafnya yaitu Aswicaksana dari subdit Tata Ruang.

Dalam sesi workshop 2 ini menghadirkan pembicara dari City Protocol Society, ITB, Bappenas, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum berinisiasi sebagai fasilitator pertemuan para pemangku kepentingan untuk bertukar pikiran dalam penelitian, pengembangan kebijakan, dan penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam pengembangan konsep smart city.

Smart city merupakan sebuah konsep pengembangan dan pengelolaan kota dimana pemerintah, industri, akademisi maupun masyarakat ikut terlibat dalam mengetahui (sensing), memahami (understanding), dan mengendalikan (controlling) berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan TIK.

Sebuah perencanaan yang menggunakan konsep smart city bertujuan untuk mewujudkan kota hijau yang sehat, aman, nyaman, cerdas, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga dan ramah terhadap lingkungan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


Menurut Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas, masih banyak warga perkotaan yang belum bisa menjadi smart, karena kondisi pelayanan infrastruktur dasar di kota yang belum bisa menjadikan mereka smart (contohnya seperti air minum, sanitasi, persampahan), padahal itu adalah prasyarat dasar smart city.

Seluruh komponen smart city idealnya harus dapat dimanfaatkan oleh mereka yang “less-smart”, yang pada saat ini bahkan belum bisa mengakses basic services. Sehingga tersedianya basic services untuk seluruh penduduk harusnya menjadi prasyarat dalam implementasi smart city.

Seluruh penduduk harus punya kesempatan, akses dan andil yang sama terhadap implementasi smart city. Jangan sampai implementasi smart city malah akan memperbesar jurang kesenjangan antara penduduk yang smart dengan penduduk yang less-smart.

Roos Akbar, perwakilan dari ITB menyatakan ada 3 inti dari perencanaan kota: penduduk (selalu bertambah), aktifitas (selalu berubah/bertambah), dan ruang (tidak bertambah). Basis dari semua perencanaan adalah data dan informasi, yang juga merupakan prasyarat awal implementasi smart city. Dalam perencanaan kota harus ada prioritas dan collective argument (proses untuk memperoleh kesepakatan bersama).

Menurut Akbar, saat ini belum ada political will untuk pelaksanaan database nasional, padahal good governance harus transparan dan akuntabel, dimana keduanya berbasis data dan informasi.

Francesc Giralt dari City Protocol Society menjelaskan bahwa kota memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk meminimalkan dampak perbedaan, maka harus ada “common platform” melalui kolaborasi, pembelajaran, dan berbagi solusi.

Kota terdiri dari (1) struktur fisik, (2) masyarakat, dan (3) interaksi antara keduanya. Anatomi kota dapat dianalogikan sebagai anatomi tubuh manusia, terdiri dari struktur (lingkungan, infrastruktur, kawasan terbangun), masyarakat (penduduk, pemerintah), dan interaksi (informasi, budaya, ekonomi, fungsi sosial). Dengan mengenali anatomi kota maka dapat dicari solusi memperbaikinya, sama seperti mengenai anatomi tubuh.

Anatomi kota diterjemahkan melalui indikator kota yang terukur dan dapat dievaluasi. Dengan adanya protokol kota, maka transformasi kota dapat dilakukan. Contoh protokol kota yaitu City OS di Barcelona.

Agenda SII selanjutnya akan menyelenggarakan OpenInovationLab, yaitu program untuk membahas permasalahan kota dengan mengundang perwakilan kota (misalnya Pemda) dengan membawa persoalan utama kotanya untuk dibahas dan dibedah bersama. (AS, RA)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar