Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 28 Apr 2015, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (28/4). The System of Environmental-Economic Accounting (SEEA) atau Sistem Neraca Ekonomi-Lingkungan telah diadopsi sebagai standar statistik internasional oleh United Nations Statistical Commision (UNSC) pada tahun 2012. Pada tahun 2014, United Nations Statistical Division (UNSD) meluncurkan program SEEA-Experimental Ecosystem Accounting (SEEA-EEA). Untuk itu, UNSD mengadakan Regional Workshop on Ecosystem Accounting di BPS untuk memperkenalkan program tersebut. Workshop diikuti oleh perwakilan dari BPS Malaysia, Filipina, Perwakilan dari BPS Malaysia, Filipina, India, Maladewa, Samoa, Fiji, Bhutan; dan beberapa K/L di Indonesia yang terkait sistem neraca India, Maladewa, Samoa, Fiji, Bhutan; dan beberapa K/L di Indonesia yang terkait sistem neraca tersebut.

Dalam rangka pemahaman bagi Staf Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan dan menambah wawasan, Staf Direktorat, Aswicaksana, Fungsional Perencana Muda mengikuti kegiatan ini yang diselenggarakan oleh BPS pada tanggal 14 - 1 April 2015 yang lalu.

Dalam workshop ini, dijelaskan dasar teori beberapa neraca yang digunakan dalam SEEA-EEA antara lain ecosystem extent account, ecosystem condition account, socio-economic information, water account, carbon account, biodiversity account, ecosystem services generation account, ecosystem services use account.

 Ecosystem extent account antara lain berupa penggunaan lahan, tutupan lahan, kepemilikan lahan; dan bisa diperoleh melalui citra satelit, data sensus dll
 Ecosystem condition account antara lain berupa kualitas vegetasi, keanekaragaman hayati, tanah, air, karbon, udara; dan bisa diperoleh melalui citra satelit atau survei dalam 2 waktu yang berbeda
 Water account antara lain berupa penggunaan air, curah hujan dan hidrologi; dan bisa diperoleh melalui data suplai air
 Carbon account antara lain berupa persediaan karbon, penambahan karbon dan pengurangan karbon; dan bisa diperoleh melalui citra satelit (biokarbon), tutupan vegetasi (penyerapan dan penyimpanan karbon)
 Biodiversity account antara lain berupa data habitat dan spesies; dan bisa diperoleh melalui penghitungan populasi spesies
 Ecosystem services generation account antara lain berupa penyediaan (air minum, pertanian), pengaturan (kualitas udara, penyerapan karbon), dan budaya (rekreasi); dan bisa diperoleh melalui studi lapangan, penghitungan hasil produksi pertanian, kehutanan, perikanan dll
 Ecosystem services use account adalah penggunaan dari ecosystem services generation account; dan bisa diperoleh melalui penghitungan penerima manfaat

Secara umum, data-data tersebut akan sangat bermanfaat terkait perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Namun kendala yang ada saat ini di Indonesia adalah belum terintegrasinya pengumpulan data-data tersebut seperti kondisi ideal pada workshop tersebut, walaupun dimungkinkan data-data telah tersedia pada beberapa Kementerian/Lembaga terkait.
Selain itu, masih belum terlihat hubungan/penyeimbangan antara neraca lingkungan yang dijelaskan dalam workshop ini dengan neraca ekonomi, seolah masih berupa entitas yang terpisah.

Dari kegiatan Workshop ini diperoleh kesimpulan bahwa dasar teori beberapa neraca yang digunakan dalam SEEA-EEA yaitu ecosystem extent account, ecosystem condition account, socio-economic information, water account, carbon account, biodiversity account, ecosystem services generation account, ecosystem services use account.
Secara umum, data-data tersebut akan sangat bermanfaat terkait perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Namun kendala yang ada saat ini di Indonesia adalah belum terintegrasinya pengumpulan data-data tersebut seperti kondisi ideal pada workshop tersebut, walaupun dimungkinkan data-data telah tersedia pada beberapa K/L terkait.
Selain itu, masih belum terlihat hubungan/penyeimbangan antara neraca lingkungan yang dijelaskan dalam workshop ini dengan neraca ekonomi, seolah masih berupa entitas yang terpisah.

Adapun langkah2 yang perlu ditindaklanjuti masih diperlukannya koordinasi untuk mengintegrasikan pengumpulan data terkait neraca lingkungan. Salah satunya dapat dilakukan melalui Wealth Accounting and Valuation of Ecosystem Services (WAVES) di Indonesia yang diinisiasi oleh Deputi Bidang SDA dan LH Bappenas. (AS/SY).



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 18 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar