Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 22 Apr 2015, 00:00:00 WIB, 13 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (22/4). Pada tanggal 21 April 2015, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan (TRP) menghadiri pelatihan pengisian Renja K/L TA 2016 yang diselenggarakan oleh Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan Bappenas. Acara berlangsung di Hotel Double Tree, Jakarta, yang dihadiri oleh semua unit Kerja Eselon I dan II di Kementerian PPN/Bappenas.

Rapat bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengisian aplikasi Renja K/L sebagai tindaklanjut dari Surat Bersama mengenai rancangan awal RKP 2016 dan Pagu Indikatif 2016.

Dalam pelatihan tersebut dibahas pula beberapa hal yaitu:

a. Berbeda dengan aplikasi Renja K/L Tahun 2015, aplikasi Renja K/L Tahun 2016 ini berbasis web namun tidak online. Kemudian alokasi tidak lagi berada pada level output tetapi pada level komponen dan untuk setiap program dan kegiatan perlu diidentifikasikan untuk mendukung dimensi pembangunan, nawacita, dan kegiatan tematik lain (seperti responsif gender, anti narkoba);
b. Format Renja K/L tahun 2016 terdiri dari 3 (tiga) format yaitu (i) Formulir 1: berisi penjelasan umum renja K/L, (ii) Formulir 2: berisi rincian renja K/L per program, dan (iii) Formulir 3: rincian renaj K/L per kegiatan.
c. Basis data renja K/L adalah (i) Rancangan Awal RKP 2016 seperti yang tertuang dalam SB Pagu Indikatif yang memuat kegiatan prioritas dan (ii) Renja K/L Tahun 2015 (diamibl kegiatan non prioritas).

d. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan renja K/L 2016 adalah:
   • Target yang tertuang dalam RPJMN harus ada didalam Renja K/L 2016
   • Perlu adanya efisiensi dengan membatasi komponen yang bersifat administrasi (BAK)
   • Perubahan pagu antar program dan antar kegiatan dalam Pagu Indikatif masih dimungkinkan, sepanjang sesuai dengan pencapaian Prioritas Pembangunan Nasional
   • Perubahan pagu antar program dan antar kegiatan dalam Pagu Indikatif masih dimungkinkan, sepanjang sesuai dengan pencapaian Prioritas Pembangunan Nasional
   • Pergeseran antar sumber pendanaan tidak dapat dilakukan, seperti pergeseran alokasi dari Rupiah Murni menjadi PHLN atau sebaliknya

Dalam proses input data, seluruh data program dimasukkan tidak hanya program teknis.
Sasaran program harus mendukung sasaran strategis K/L (1 sasaran program hanya mendukung 1 sasaran strategis K/L).
Perlu diperhatikan urutan setiap tahapan dalam pengisian aplikasi renja K/L sehingga semua program dan kegiatan terisi dan sesuai dengan alokasi target dan pagu anggarannya 

Kesimpulan:
Aplikasi renja K/L 2016 berbeda dengan renja K/L 2015 karena dibuat menyesuaikan dengan adanya dimensi pembangunan, dan nawacita. Selain itu, dibuat berbasis web namun tidak online. Kemudian alokasi tidak lagi berada pada level output tetapi pada level komponen.

Tindaklanjut:
Setiap Direktorat perlu membantu mitra kerja Direktoratnya dalam mengisi aplikasi renja K/L dan memastikan substansi renja K/L yang di-input sesuai dengan RKP 2016. (RN/IAS)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar