Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 17 Apr 2015, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (15/4). Rapat Koordinasi Pembangunan Tingkat Pusat (Rakorbangpus) II dan Pembukaan Pra Musrenbangnas 2015 di Kementerian PPN/Bappenas, resmi dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago pada Rabu (15/4). Rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2016 dan pembahasan mengenai Pagu Indikatif 2016 menjadi fokus utama pada acara yang dihadiri jajaran pemangku kepentingan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian/Lembaga (K/L) tersebut.

Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Slamet Seno Adji mengungkapkan akan dilaksanakan sinkronisasi hasil Musrenbangprov dengan perencanaan pembangunan. Dengan demikian, proses interaktif antara tiga kementerian bisa diwujudkan menjadi satu fondasi pembangunan negara.

Menurut Menteri Andrinof lokasi Indonesia yang strategis dan potensi sumber daya alam membuat target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dinilai sangat wajar, maka dari itu kita perlu mengevaluasi dan mengoreksi strategi pembangunan ekonomi. Hal ini menandakan betapa pentingnya mewujudkan kedaulatan dan kemandirian bidang ekonomi sebagai prioritas pembangunan.


Ada tiga tugas utama bagi pemerintah daerah dan K/L. Pertama, merumuskan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus fungsi penyediaan kesempatan kerja. Kedua, mencermati karakter pertumbuhan ekonomi di tiap daerah agar bisa mencetak model pembangunan ekonomi regional. Ketiga, pemetaan potensi daerah dari segala sisi untuk menajamkan fokus pembangunan.


Dalam agenda fokus perencanaan pembangunan, salah satu andalannya adalah kedaulatan pangan. Selain ekstensifikasi lahan, langkah strategis lain seperti perbaikan pola tanam, kualitas bibit, pasokan pupuk, dan irigasi, harus terus disempurnakan. Agenda lain yang tak kalah penting meliputi pembangunan infrastruktur dan efisiensi industri yang berpedoman pada pembangunan berbasis teknologi.


Isu pembangunan yang terpusat di Pulau Jawa juga disinggung dalam rapat yang diadakan di rung SG 1-5 ini. Ke depan, seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali penduduk Indonesia yang tinggal di luar Pulau Jawa, harus merasakan pembangunan yang proporsional. Pemerintah harus menargetkan tercapainya pertumbuhan ekonomi stabil dan peningkatan pendapatan per kapita bagi seluruh masyarakat. Selain isu pangan, infrastruktur, dan pemerataan pembangunan, Menteri Andrinof juga membahas poin penting terkait potensi wisata, perumahan dan permukiman. [OM,RA]



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 12 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 11 Kali

Tuliskan Komentar