Selasa, 19 Januari 2021, WIB
Breaking News

, 14 Apr 2015, 00:00:00 WIB, 23 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, 27 Maret 2015. Direktur Industri, IPTEK, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas memimpin forum Multilateral Meeting Agenda Pembangunan Perindustrian (Kawasan Industri) di ruang rapat SG 1-2 Bappenas pada Jumat (27/3). Forum multilateral meeting ini membahas agenda Pembangunan Perindustrian (Kawasan Industri) sebagai salah satu dimensi dalam sasaran Nawacita.

Dalam forum ini, pembahasan dilakukan secara mendalam terhadap masing-masing kawasan industri yaitu: kawasan industri Teluk Bintuni-Papua Barat; Kawasan Industri Bitung-Sulut; Kawasan Industri Palu-Sulteng; Kawasan Industri Morowali-Sulteng; Kawasan Industri Konawe-Sultra; Kawasan Industri Buli, Haltim-Maluku Utara; Kawasan Industri Bantaeng-Sulsel; Kawasan Industri Batulicin-Kalsel; Kawasan Industri Ketapang-Kalbar; Kawasan Industri Landak-Kalbar; Kawasan Industri Kuala Tanjung; Kawasan Industri Sei Mangkei-Sumut; Kawasan Industri Tanggamus-Lampung; Kawasan Industri Jorong, dan Tanah Laut-Kalsel.

Peserta forum yang hadir antara lain K/L yang terkait dengan Pembangunan Kawasan Industri dan Staf Direktorat di Bappenas. Masing-masing K/L terkait dengan pembangunan Kawasan Iindustri perlu mengidentifikasi program/kegiatan yang mendukung pembangunan kawasan industri beserta sasaran, indikator, target, alokasi anggaran, dan lokasi rencana kegiatan.

Terkait Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan, beberapa hal bidang pertanahan yang disampaikan dalam rapat tersebut antara lain: kendala pembebasan lahan untuk jalan tol di KI Bitung-Sulut; adanya overlapping Hak Pengelolaan Lahan antara Kapet, KEK dsb di KI Batulicin-Kalsel; serta proses pengadaan lahan untuk kawasan industri yang belum selesai.

Kebijakan pembangunan kawasan strategis (KI dan KEK) tahun 2016 adalah mempercepat pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah di luar Pulau Jawa yang diorientasikan untuk pengembangan industri manufaktur, industri pangan, industri maritim, dan pariwisata.

Sasaran pembangunan kawasan strategis (KI dan KEK) tahun 2016 adalah:
•  Beroperasinya KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Sabang, Bintan, dan Karimun;
•  Terfasilitasinya persiapan pembangunan di 7 lokasi KEK, 14 Kawasan Industri (KI), dan 13 pusat-pusat pertumbuhan penggerak ekonomi daerah pinggiran lainnya.

Strategi pembangunan kawasan strategis (KI dan KEK) tahun 2016 adalah:
•    Pengembangan potensi ekonomi wilayah;
•    Percepatan pembangunan konektivitas;
•    Peningkatan kemampuan SDM dan IPTEK;
•    Percepatan penyelesaian regulasi dan kebijakan;
•    Peningkatan iklim investasi dan iklim usaha.

Pada Rabu (01/04) diadakan rapat lanjutan pendalaman Multilateral Bidang Pembangunan Industri khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 

Pada matriks kebutuhan program/kegiatan per KEK Per Sasaran Nawacita yang disampaikan kepada peserta rapat, ada beberapa program/kegiatan indikatif yang terkait dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yaitu:
(i) Pelimpahan kewenangan pengukuran tanah untuk Perubahan Hak atas Tanah kepada Administrator/Kantor Pertanahan setempat;
(ii) Sertifikasi Status Lahan 217 Ha;
(iii) Pembebasan Lahan Jalan Tol Serang Panimbang (83 Km);
(iv) Sertifikasi lahan menjadi Hak Pengelolaan Lahan. (IK, RA)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 25 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 31 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 21 Kali

Tuliskan Komentar