Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Mar 2015, 00:00:00 WIB, 19 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, 6 Maret 2015. Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi dan informasi penyusunan kebijakan perencanaan khususnya terkait dengan penyusunan Rencana Panjang Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan telah mengikuti sekaligus mempresentasikan hasil kajian RPJMN 2015 - 2019 bidang Tata Ruang yang diselenggarakan oleh Jurusan perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Brawijaya, Malang pada tanggal 3-4 Maret 2015.

Seminar menghadirkan 3 pembicara utama dan 58 pembicara pararel sessions. Tiga pembicara utama diantaranya Prof. Peter Newman (Professor of Sustainability dari Curtin University), Dr. ir. Surjono, MTP (ahli tata kota PWK FTUB) dan Dr. Ir. Hermanto Dardak, MSc (Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode Kabinet Indonesia Bersatu II.

Sementara 58 pemateri pada pararrel sessions berasal dari institusi dalam dan luar negeri antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kumamoto University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Komputer Indonesia Bandung, Institut Teknologi Nasional, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Syiah Kuala, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Bandung, Universitas Islam Riau, dan UB.

Prof. Peter Newman sebagai salah satu pemateri memaparkan bahwa sustainable developments butuh untuk memastikan bahwa tujuan sosial terus meningkat disamping menghentikan kerusakan lingkungan dan menumbuhkan perekonomian. Namun hal yang paling utama adalah membuat semua negara di dunia berpartisipasi dalam program ini. Peter Newman mengakui bahwa SDG’s adalah hal yang sulit, namun berkaca pada kesuksesan MDGs, maka tidak perlu masyarakat merasa pesimis. “The most important thing is we now must got all country in the world to participate. When I heard about the MDGs, I thought no way we can do it, but we believe. Sometimes you have to believe a bit stronger in the future,” katanya.

Pihak Panitia yang diwakili oleh Ketua Jurusan PWK, Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim, MSP mengatakan bahwa pengembangan berkelanjutan akhir-akhir ini menjadi topik krusial, terutama dalam bidang urban and regional palnning. Terlebih setelah United Nations mencanangkan program Sustainable Development Goals (SDGs) menggantikan Millennium Development Goals (MDGs) yang ditargetkan tercapai di tahun 2015. dimana dalam Indikator SDGs terdiri dari 3 pilar yakni pengembangan ekonomi termasuk cara mengurangi kemiskinan, pengembangan sosial, serta pengembangan fasilitas dan infrastruktur lingkungan.
Dalam kesempatan ini, Sdr. Aswicaksana sebagai Fungsional Perencana Muda, Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan menjelaskan bahwa proses penyusunan RPJMN 2015 -2019 bidang tata ruang merupakan arahan dari RPJPN bidang tata ruang yang memberikan arahan untuk melaksanakan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang untuk mendukung mantapnya kelembagaan dan kapasitas penataan ruang di seluruh wilayah Indonesia, serta adanya ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan rencana tata ruang. Kerangka RPJMN 2015 - 2019 bidang tata ruang merupakan penerjemahan dari visi, misi dan program aksi ‘NAWACITA’ dengan kontribusi pada amanat RPJPN 2005 - 2025, Capaian RPJMN 2010 - 2014 serta adanya tantangan bidang tata ruang itu sendiri. RPJMN 2015 bidang tata ruang ini sendiri disusun berdasarkan rancangan teknokratik dengan berdasarkan pada evaluasi sementara RPJMN 2010 - 2014, background studies RPJMN dan adanya aspirasi masyarakat. Sehingga RPJMN 2015 - 2019 bidang tata ruang yang disusun akan dapat mencapai tujuan penyelenggaraan penataan ruang dalam mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

Dari arahan tersebut, terjabarkan adanya isu strategis, sasaran dan arah kebijakan  yang berupa (1) meningkatnya ketersediaan regulasi tata ruang yang efektif dan harmonis, (2) meningkatnya pembinaan kelembagaan penataan ruang, (3) meningkatnya kualitas pelaksanaan penataan ruang, (4) melaksanakan evaluasi penyelenggaraan penataan ruang.
Sebagai rangkaian penutup dari kegiatan seminar ini dilakukan field trip dengan mengunjungi museum angkutan yang merupakan museum terbaru yang memberikan gambaran berbagai jenis moda angkutan dari masa ke masa. 
Diharapkan dengan adanya kegiatan seminar semacam ini, seluruh peserta dapat termotivasi untuk menyosialisasikan serta mengembangkan karyanya untuk dapat diketahui dan dipergunakan oleh para stakeholder terkait dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (SY)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar