Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 17 Feb 2015, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 16 Februari 2015 Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan sebagai Direktorat yang menjadi koordinator dari kegiatan ini telah menyelenggarakan rapat sebagai koordinasi awal dengan Tim Penilai Independen (TPI) dan Tim Penilai Utama (TPU) APN untuk mendiskusikan perbaikan apa yang harus dilakukan di APN Tahun 2015.

Adapun Lingkup Kerja TPU: Menyepakati indikator/kriteria penilaian dan pengelompokan peserta; Menyepakati penilaian sesuai dengan indikator/kriteria dan tahapan/mekanisme yang telah ditetapkan; Bersama TPI melakukan verifikasi terhadap proses penyusunan perencanaan (Tahap II dan Tahap III); Bersama TPI menetapkan pemenang Anugerah Pangripta Nusantara Tahun 2015 berdasarkan penilaian yang telah dilaksanakan; dan Melaporkan hasil kegiatan penilaian dan penetapan pemenang Anugerah Pangripta Nusantara Tahun 2015 kepada Tim Pengarah; serta Menyepakati jadwal.

Dalam pertemuan tersebut telah diidentifikasi beberapa hal penting sebagai berikut:

Apabila Musrenbangnas dilaksanakan pada bulan Maret 2015, maka penilaian dari awal untuk Kabupaten/Kota tidak bisa dilaksanakan.
• Progress Perbaikan Perencanaan dari masing-masing Daerah (Kinerja) perlu dijadikan penilaian tambahan.
• Perlu dimasukkan: penilaian yang sifatnya horizontal (keikutsertaan ikatan atau asosiasi).
• Terdapat usulan dari Kepala Pusbindiklatren: Bobot nilai pada tahap 3 sebaiknya lebih kecil dibandingkan dengan tahap 2.
• Konsistensi pemilihan kategori dari tahun sebelumnya harus dijaga.
• Data Pusbindiklatren mengenai presentase jumlah PNS yang mengikuti program S2/atau nilai di setiap Provinsi dari Tahun 2006 dapat digunakan sebagai salah satu tambahan penilaian.
• Pembagian Kategori wilayah dapat dikategorikan melalui data di atas tersebut setelah tahap 1 sebelum melakukan survey lapangan dengan 3 (tiga) kategori.
• Penilaian di tahap 3 tidak hanya teknik presentasi kepala Bappeda saja, tetapi pemahaman seluruh tim teknis penyusun dokumen yang hadir.
• Perlu adanya penghargaan khusus bagi daerah yang memiliki nilai progress yang tertinggi.
• Kategori berdasarkan region tidak valid, karena dalam satu region sudah dipastikan yang menjadi pemenang yang masuk dalam kategori A.

Sebagai kesimpulan dan tindak lanjut dari pertemuan ini bahwa akan ada penghargaaan khusus bagi daerah yang memiliki nilai progress yang tertinggi. Selain itu penilaian provinsi dilakukan dengan cara: Setelah melakukan penilaian pada tahap satu, hasilnya dibagi 2 dengan pengelompokkan didasarkan pada penilaian tahap 1 yang indikatornya sama dengan tahun 2014 ditambah data dari Pusbindiklatren. Setelah itu, diambil masing-masing 3 provinsi terbaik. Penilaian Kabupaten/Kota: hanya dilakukan tahap 1 (40%) dan tahap 3 (60%). (RI/SY)

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 15 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 19 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar