Minggu, 29 November 2020, WIB
Breaking News

, 14 Jan 2015, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, 7 Januari 2015. Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan, Kementerian PPN Bappenas menghadiri pertemuan mengenai pendayagunaan tanah wakaf yang diselenggarakan oleh Direktorat Permukiman dan Perumahan, Kementerian PPN/Bappenas, bertempat di Ruang SG-5, Bappenas. Rapat dihadiri oleh Perum Perumnas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan Dompet Dhuafa. Adapun tujuan pertemuan ini adalah untuk menentukan lokasi pilot project pendayagunaan tanah wakaf dalam pembangunan perumahan rakyat untuk tahun 2015.

Pendayagunaan tanah wakaf untuk pembangunan perumahan rakyat masuk dalam kegiatan Quick Wins dan akan dialokasikan anggarannya dalam APBN-P 2015. Untuk itu akan dipilih 5 (lima) lokasi untuk pilot project kegiatan tersebut. Pada rapat tersebut dikemukakan pula, bahwa telah disusun kriteria untuk penetapan lokasi tanah wakaf yang akan dibangun perumahan sesuai ketentuan Perum Perumnas. Ketentuan lain yang perlu diperhatikan adalah status tanah clean and clear serta nadzhir. Nadzhir merupakan badan usaha bukan perorangan, target penerima manfaat jelas. Untuk luasan tanah diusulkan luasnya < 5000 m2 agar mudah terlaksana di tahun 2015.

Pada kesempatan tersebut, forum menyepakati bahwa untuk Tahun 2015, pelaksana pembangunan perumahan dari tanah wakaf adalah Kementerian PU-Pera. Maka dari itu, Kementerian PU-Pera perlu segera merumuskan tipologi disain rusunawa dengan memperhatikan faktor target penerima manfaat. Di sisi lain, Perum Perumnas perlu memikirkan skema pembiayaan Perumnas yang dapat digunakan dan menyusun disain pembangunan area komersial pada rusunawa yang akan dibangun sebagai alternatif dalam implementasi skema wakaf produktif dan mempertimbangkan peran Perumnas yang perlu mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan.

Lebih lanjut, perlu segera ditetapkan Kelompok Kerja (Pokja) lintas K/L untuk dapat menetapkan lokasi tanah wakaf dan pelaksanaan kegiatan tersebut. Pilot Project pendayagunaan tanah wakaf masih kekurangan 2 (dua) lokasi sehingga perlu diidentifikasi dari data yang dipunyai Direktur Pemberdayaan Wakaf, Kementerian Agama sesuai kriteria yang telah disusun.

Ke depan, perlu dilakukan pengecekan status pemanfaatan lahan di lokasi yang diusulkan berdasarkan RTRW yang telah di Perda-kan dan penyusunan SOP dan tahapan yang jelas pelaksanaan kegiatan pilot project pendayagunaan tanah wakaf dalam pembangunan perumahan rakyat (RN/SY).

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar