Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 25 Nov 2014, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (20/11), Kementerian PPN/Bappenas sebagai simpul jaringan, melalui Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan (Pusdatinrenbang) telah melakukan kerjasama dengan Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG dalam menyediakan berbagai informasi spasial yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pengguna di Bappenas.

Hal tersebut dikemukakan oleh Suharmen, S.Kom, Msi, Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan pada workshop pemanfaatan informasi geospasial di Ruang Kunthi, Hotel Bidakara, Jakarta. Workshop yang dihadiri oleh perwakilan seluruh unit kerja direktorat terkait di Bappenas yang menjadi calon pengguna Informasi Geospasial tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan geoportal yang telah disusun oleh Bappenas termasuk dalam pemanfaatannya.

Pada workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu: (i) Antonius Bambang Widjanarko, Kepala PPIG - BIG; (ii) Oktorialdi, Direktur Pengembangan Wilayah; dan (iii) Suharmen, Kepala Pusdatinrenbang Bappenas.

Pada pemaparannya, Suharmen menyebutkan bahwa terdapat dua pilar penting di dalam penyusunan perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan yakni BPS dan BIG. Bappenas sebagai think-tank Presiden untuk merencanakan pembangunan selama 5 tahun ke depan harus memiliki data-data yang valid dan mendukung. Dalam hal ini, salah satunya menyiapkan data dan informasi geospasial dan berkoordinasi dengan BIG dan BPS.

Suharmen juga menambahkan, bahwa ke depan, akan tersedia data di pusat data nasional yang me-link ke istana negara sebagai data dan informasi yang akan dipakai untuk mengambil keputusan dan kebijakan, karena itu ketersediaan data menjadi hal yang sangat penting. Posisi Pusdatinrembang di Bappenas adalah sebagai data warehouse, yang memiliki kewajiban untuk menyediakan data dan informasi ke BPS dan disharing dengan BIG dalam rangka merumuskan kebijakan di seluruh Indonesia.

“Saat ini, data di Kementerian PPN/Bappenas masih terkotak-kotak dan memerlukan konsolidasi untuk pengumpulan seluruh data dan informasi yang ada di Kementerian PPN/Bappenas. Untuk itu perlu ada yang bertanggungjawab sebagai resource officer di kedeputian,” ungkapnya. Setiap pengguna (calon user) akan diberikan akses ke Portal Data Statistik maupun geoportal Bappenas dengan diberikan user dan password tertentu sesuai dengan email Bappenas yang telah dimiliki oleh user. Adapun yang diberikan akses untuk menjadi user adalah pegawai PNS yang ditunjuk dan memiliki email [at] bappenas, bukan yg [at]support.bappenas (non-PNS/outsourching).

Adapun wali data untuk data dan informasi yang dimiliki akan disesuaikan dengan sumber K/L dan direktorat masing-masing di Kementerian PPN/Bappenas. Data dan informasi yang diperuntukan untuk publik akan diseleksi dan disesuaikan ketentuannya, mengingat prioritas dan kepentingan data dan informasi tersebut. Pusdatinrenbang memberikan rekomendasi bahwa idealnya di setiap Kedeputian ada seorang (1) ahli GIS yang dapat bekerjasama dengan Pusdatin mengenai pengelolaan informasi geospasial tersebut.

Lebih lanjut, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, monitoring dan evaluasi perencanaan dan kualitas kelembagaan perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, kebutuhan akan dukungan data dan informasi yang akurat dan valid yang menjadi sangat penting. (AY/SY)

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar