Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 05 Agu 2008, 00:00:00 WIB, 46 View , Kategori : Tataruang

Kawasan Puncak, yang membentang sepanjang Kabupaten Bogor dan Cianjur serta Punclut di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mengalami degradasi akibat pembangunan fisik, membutuhkan keseimbangan baru sehingga bencana ekologis bisa dihindarkan.
"Kita ingin tata-ruang dan penataan lingkungan (kawasan Puncak) tertata dengan baik. Sebab kalau tidak ada keseimbangan, yang terjadi adalah kerugian," kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih untuk masa bakti 2008-2013, H Ahmad Heryawan di Cibinong, Kabupaten Bogor.
Hal itu dikemukakan kepada Antara akhir pekan (10/5) ini, saat ditanya mengenai kebijakan pembangunan lingkungan, khususnya di kawasan Puncak, dalam masa kepemimpinannya selama lima tahu ke depan.
Penataan pembangunan yang mengedepankan prinsip keseimbangan lingkungan itu, kata Ahmad Heryawan, merujuk pada pernyataan salah satu "sesepuh" warga Jabar, Solihin GP, Gubernur Jabar masa bhakti 1970-1974 yang akrab dipanggil "Mang Ihin".
"Saya teringat kalimat Mang Ihin, kalau hutan kita gundul, yang terjadi kan krisis air, ketika terjadi kriris air, yang terjadi adalah kesengsaraan rakyat banyak," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, ke depan harus ada upaya untuk melakukan keseimbangan. "Ya tentu saja, kawasan Puncak paling tidak harus diseimbangkan, kita akan pelajari, karena seringkali kita harus berhadapan dengan kebijakan (pembangunan) kabupaten/kota (yang berbeda), sehingga kita harus punya kesepahaman dan satu kata antara kabupaten/kota dan provinsi," katanya.
Masalahnya, kata Ahmad Heryawan dalam tataran teknis, biasanya perizinan rumah dan lain-lain itu ada di kota/kabupaten, kecuali kalau lahannya di atas 100 hektare, perizinannya baru di tingkat gubernur, baik untuk perumahan biasa, rumah tinggal dan vila. "Mudah-mudahan ke depan kita bisa melahirkan kesepahaman bersama untuk melestarikan lingkungan," katanya.
Dikemukakannya bahwa persis seperti permasalahan yang ada di Puncak, di Bandung juga ada, yakni di Kawasan Bandung Utara (KBU) atau populer dengan sebutan Punclut.
"Di KBU, itu juga persoalan berat, saya melihat kehendak daerah tingkat (Dati) I sudah baik, sudah ada peraturan daerah (Perda) mengenai larangan pembangunan di KBU, tetapi larangan tersebut diterobos Dati II," katanya.
Oleh karena itu Ahmand Heryawan ingin ada sebuah komunikasi yang baik dan sehat, yang harmoni antara Dati I dan II dan komunikasi tersebut membahas keberpihakan pada masa depan Jabar. Saat ditanya mengenai tudingan banjir di Jakarta akibat kiriman dari Puncak, Bogor, ia melihat bahwa itu adalah permasalahan bersama, sehingga seluruh pemangku kepentingan, baik di Pemprov Jabar, DKI Jakarta dan Banten perlu duduk bersama guna menyelesaikannya.



Puncak Ditata Lebih Baik
, 05 Agu 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 46 Kali

Tuliskan Komentar