Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 23 Okt 2014, 00:00:00 WIB, 12 View , Kategori : Tataruang

Sebagai kelanjutan dari kegiatan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) bidang Tata Ruang dan Pertanahan, Kamis (23/10), bertempat di Ruang Rapat SS-4, Gedung Bappenas dilakukan pertemuan koordinasi pembahasan Manajemen Pengetahuan antara Bidang Pengelolaan dan Informasi, Pusdatinrenbang, Bappenas dengan Sub Direktorat Informasi dan Sosialisasi Tata Ruang Pertanahan.

Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi hasil Manajemen Pengetahuan (MP) yang telah disusun oleh Pusdatin dan TRP Bappenas. Dengan terlaksananya pertemuan ini, diharapkan antara Pusdatin dan TRP dapat menemukan kesamaan yang dapat diintegrasikan untuk kemudian diaplikasikan di tingkat kedeputian di Bappenas. Agenda pertemuan berupa paparan dari Tenaga Ahli Pusdatinrenbang, Harry dan demo Manajemen Pengetahuan dari Direktorat TRP yang disampaikan oleh Haitan Rachman, sebagai Tenaga Ahli MP Direktorat TRP.

Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal penting yang menjadi catatan. Berdasarkan hasil kesepakatan di Pusdatin, fokus pengetahuan Bappenas adalah perencanaan (RKP, RPJMN). Lingkup MP Pusdatin berada pada tingkat kedeputian dengan core bussiness adalah pembentukan sistem MP, Instrumen MP yang telah dimiliki Pusdatin, antara lain: i) rancangan organisasi MP (mencakup: struktur, jobdesk); ii) proses MP (SOP); dan iii) rancangan K-Map.

Selanjutnya Pusdatin akan menyusun taksonomi (K-Map) dengan pendekatan yang digunakan berupa pengarsipan. Selain itu Rancangan K-Map yang akan disusun mencakup 3 dimensi, di antaranya: bidang/sektor, regional, dan proses. Pusdatin juga telah menyusun modul repository dan modul kolaborasi untuk mendukung kegiatan manajemen pengetahuan tersebut.

Pada prosesnya, Pusdatin menghadapi kendali dalam keterbatasan informasi substansi yang dimiliki dan dihasilkan dari direkrotat yang ada di Bappenas. Oleh karenanya, untuk proyek percobaan yang tengah dilakukan adalah penyusunan RKP. Pusdatin telah menyusun bussiness process dan masing-masing direktorat akan masuk ke dalam proses tersebut untuk mengisi substansi. Ke depan, Manajemen Pengetahuan Pusdatin hanya menyediakan media atau sistem perangkat, diharapkan untuk kebijakan dan organisasinya dapat didorong bersama-sama oleh Kapusdatin bersama Direktur TRP ke tingkat Sesmen dan Deputi.

Terkait dengan hal tersebut di atas, Direktorat TRP mengusulkan untuk menyepakati K-Map khususnya dalam perencanaan RKP di tingkat Kedeputian. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan FGD yang mengundang minimal 2 Direktorat untuk melakukan ujicoba pemahaman terhadap K-Map yang telah disusun oleh Pusdatin. Selain itu, perlu disiapkan atribut yang menghubungkan antara MP TRP atau MP yang sudah berjalan di direktorat (jika ada) dengan MP Pusdatin sehingga data dan informasi yang ada tidak perlu diunggah 2 kali (double).

Dengan adanya pertemuan tersebut, diharapkan adanya titik temu antara MP TRP dengan MP Pusdatinrenbang dengan fokus perencanaan dan dilakukan penyesuaian dengan K-Mapnya. Pimpinan dari Direktorat TRP diharapkan dapat mendorong para pimpinan lain dari unit kerja eselon I dan II di lingkungan Bappenas untuk mulai memahami instrumen MP ini. (SY/GP)

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar