Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 02 Okt 2014, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Cianjur, (30/9), Kementerian PU bekerja sama LIPI, dan 12 pengelola kebun raya telah menyiapkan Roadmap Pembangunan Kebun Raya Tahun 2015-2019 untuk lebih mengarahkan program yang memuat prioritas, rencana, dan tahapan pembangunan kebun raya.

Roadmap tersebut merupakan tindak lanjut Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kementerian PU dan LIPI tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Bentuk Kebun Raya yang telah ditandatangani pada tanggal 26 Agustus 2013, serta peluncuran dokumen “Roadmap Pembangunan Kebun Raya sebagai Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perkotaan di Indonesia Tahun 2015 – 2019” yang telah disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama dengan LIPI. Hal tersebut terungkap pada kegiatan Pencanangan Revitalisasi dan Pembangunan Kebun Raya di Indonesia yang dihadiri oleh Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan, Kementerian PPN/Bappenas.

Pada acara tersebut, Dirjen Penataan Ruang, Kementerian PU, Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., menyampaikan Laporan Rencana Revitalisasi dan Pembangunan Kebun Raya di Indonesia. Menurutnya peran penataan ruang sangat penting dalam perencanaan dan peruntukan ruang untuk mewujudkan Ruang Terbuka Hijau sebesar 30 persen sesuai dengan UU 26 Tahun 2007 dan mengendalikan pemanfaatan ruang disesuaikan dengan RTRW yang sudah disusun. “Pembangunan Kebun Raya sebagai RTH di Indonesia juga dimaksudkan untuk penambahan RTH secara signifikan untuk mengejar defisit RTH publik sebesar 20 persen,” tandasnya.

Pembangunan kebun raya harus diawali dengan perencanaan dan penetapan lokasi yang tepat sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Peraturan Daerah tentang RTRW merupakan dokumen yang menjamin aspek legalitas peruntukan kebun raya dengan 5 (lima) fungsi utamanya, yakni: konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Dokumen roadmap tersebut diharapkan turut mendukung fungsi kawasan perkotaan, untuk KSN dan mendukung penguatan kebun raya sebagai konservasi, pendidikan, penelitian, pariwisata dan jasa lingkungan. Sasarannya adalah membangun satu (1) Kebun Raya setiap tahunnya dan mempersiapkan dua (2) Kebun Raya untuk tahun berikutnya. Terkait dengan kriteria penataan ruang dalam roadmap tersebut, fokus akan 4 hal utama, yakni kesiapan lahan, kelembagaan, SDM, dan komitmen daerah.

Selain itu, turut hadir pula Kepala LIPI, Prof (R) Lukman Hakim, M.Sc, Ph.D, Apt, dan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan Ketua Umum Yayasan Kebun Raya di Indonesia, Megawati Soekarnoputri, yang menyampaikan Guest Lecture mengenai Visi Pembangunan Kebun Raya di Indonesia.

Sebanyak 12 kebun raya telah diprioritaskan untuk ditangani pada tahun 2015-2019, tujuh di antaranya akan dikembangkan dari tahap perencanaan dan pelaksaaan, hingga mencapai tahap pengelolaan, yaitu Kebun Raya Jompie (Kota Parepare, Sulawesi Selatan), Kebun Raya Liwa, (Kabupaten Lampung Barat, Lampung), Kebun Raya Batam (Kepulauan Riau), Kebun Raya Balikpapan (Kalimantan Timur), Kebun Raya Baturraden (Jawa Tengah), Kebun Raya Banua (Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan), dan Kebun Raya Kendari (Sulawesi Tenggara).

Sementara 5 (lima) kebun raya yang sudah berada pada tahap pengelolaan dan akan ditingkatkan serta dimantapkan fungsinya, meliputi Kebun Raya Bogor (Jawa Barat), Cibinong Science Center & Botanic Garden (Jawa Barat), Kebun Raya Cibodas (Jawa Barat), Kebun Raya Eka Karya (Bedugul, Bali), dan Kebun Raya Purwodadi (Jawa Timur). Pada acara tersebut pula dilakukan penyerahan secara simbolis Dokumen Roadmap kepada Kepala Daerah, pemberian penghargaan untuk fotografi kebun raya, green school award, dan penyerahan pohon asuh kepada mitra. Penanaman Pohon Langka kemudian dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri, Prof. Lukman Hakim, dan perwakilan dari daerah. [RI/AY]

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar