Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 05 Mei 2014, 00:00:00 WIB, 13 View , Kategori : Tataruang

Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, bertindak sebagai panitia pelaksana Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional  2014 yang mengusung tema, “Melanjutkan Reformasi Pembangunan bagi Percepatan Pembangunan yang Berkeadilan,” pada tanggal 29 – 30 April 2014 yang berlokasi di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jl. Jend. Gatot Soebroto Kav. 71-73, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil-hasil pelaksanaan pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan II, serta berbagi informasi mengenai keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara inovatif oleh oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.

Selain dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, turut hadir pula Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan Menteri dan Kepala Daerah untuk meninjau Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional 2014. Pameran tahun ini difokuskan untuk membangun jejaring bagi para pihak yang berperan aktif dalam reformasi pembangunan, utamanya dalam forum Diskusi Interaktif.

Peserta pameran terdiri dari: (1) Kementerian/Lembaga Pemerintah; (2) Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota; (3) Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), termasuk lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat; dan (4) Mitra pembangunan multilateral dan bilateral.

Pameran ini terbagi menjadi empat subtema, yakni: (1) Subtema 1: Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh; (2) Subtema 2: Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan; (3) Subtema 3: Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan; dan (4) Subtema 4: Pemerataan Pembangunan Wilayah.

Pameran yang menjadi rangkaian dari penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2014 (Musrenbangnas 2014) ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang sama tentang proses perencanaan dan pembangunan bagi para pemangku kepentingan.

Partisipasi Peserta

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional 2014 ini sangat diminati berbagai kalangan. Beragam peserta yang turut berpartisipasi pada Pameran ini menambah kemeriahan suasana.

Adapun para peserta pameran terbagi sesuai dengan empat tema yang telah ditentukan, sebagai berikut: (1) Peserta subtema I: Kementerian PAN RB, Badan Kepegawaian Negara, UNDP-Indeks Demokrasi Indonesia, Kepolisian Negara RI, Komisi Pemberantasan Korupsi, UKP4, Badan Pusat Statistik, Kemitraan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Peserta subtema II: IRSDP, PT. SMI, KUR-Kemenko Perekonomian, Badan Ketahanan Pangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ICCTF, Pemerintah Provinsi Bali, PT. MRT, GIZ, PT. DI, LAPAN, PT. PINDAD, Sekretariat MP3EI, WWF; (3) Peserta subtema III: Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sekretariat MDG’s, Pokja AMPL, Basis; dan (4) Peserta subtema IV: BP KAPET Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Provinsi Papua, Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia, Pusbindiklatren Bappenas, Pusdatin Bappenas, dan Sekretariat BKPRN.

Diskusi Interaktif 2014

Seiring dengan pelaksanaan pameran, adapula Diskusi Interaktif 2014 yang menggali kisah sukses, inspiratif, dan inovatif dalam pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan percepatan pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

Topik yang diangkat dalam diskusi ini disesuaikan dengan tema Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional 2014, dengan menghadirkan berbagai narasumber dari Pemerintah, LSM, universitas, mitra pembangunan, dan masyarakat. Adapun topik pada diskusi interaktif ini dibagi menjadi delapan topik utama, yakni: (1) UU ASN : Pelaksanaan dan Implikasi; (2) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS); (3) Kemajuan Industri dan Infrastruktur Indonesia; (4) Penyediaan Infrastruktur dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS); (5) Inovasi Pelayanan Publik; (6) Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia; (7) Langkah-langkah strategi mengatasi kesenjangan wilayah; dan (8) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Perbatasan.

Peserta yang turut berpartisipasi sebagai narasumber pada kegiatan diskusi interaktif, antara lain: Kementerian PAN-RB, Pusbindiklatren Bappenas, BPJS Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BPJS Ketenagakerjaan, Millenium Challenge Account Indonesia, LAPAN, BPN, Direktorat Pengembangan  Kerjasama Pemerintah dan Swasta Bappenas, PT. SMI, Surabaya, Banjarbaru, Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia. (AY)

 

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar