Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 02 Apr 2014, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, (26-27/03), Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan diwakili oleh Ir. Rinella Tambunan selaku salah satu Staf Fungsional Madya, menghadiri pelatihan Building Effective Communication Skills di Hotel Four Seasons, Jakarta.

Pelatihan ini dipimpin oleh Inspektur Utama Bappenas dan dihadiri oleh Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah, Para Pejabat Eselon III dan  Staf Fungsional Madya dari sekitar 20 Unit Kerja II di Bappenas. Workshop yang diselenggarakan Bappenas ini bekerja sama dengan AusAid melalui Knowledge Sector Initiative (KSI). Tujuan workshop ini adalah meningkatkan komunikasi untuk memperkuat koordinasi di Bappenas.

Bappenas menghadirkan Caroline Cassidy (Communication officer, Research and Policy in Development dari Overseas Development Institute, UK) sebagai Lead Facilitator didampingi oleh Mira Renata dan Alma Fanniya, Communication Officer dari KSI.

Dalam pelatihan tersebut dibahas mengenai beberapa hal, diantaranya: (a) How to develop policy engagement strategy?; (b) Clear policy objective akan memudahkan stakeholders mapping; (c) Pentingnya pemahaman mengenai policy process context; (d) Penulisan Policy Brief.

Dalam proses penyusunan kebijakan (policy process) yang penuh dengan kompleksitas, diperlukan strategi yang tepat. Salah satunya yang diusulkan dalam pelatihan tersebut yakni Rapid Outcome Mapping Approach (Roma), yang intinya mengenal konteks policy process dan stakeholders yang terkait. Dari pemetaan dapat diketahui ada dua jenis stakeholders secara umum, yakni : (i) sebatas menyetujui (alignment); atau (ii) menyetujui dan berkepentingan (interest).

Dengan memahami proses penyusunan kebijakan, dapat membantu pembuat keputusan(policy maker) untuk menjawab 4 pertanyaan kunci, sebagai berikut: (i)How much do we know about a complex policy issue?; (ii)How strong is the evidence base for an issue?; (iii)How confident are we that we know what’s happening?; dan (iv)How broad is our understanding of what’s important?.

Dalam penulisan Policy Brief, terdapat beberapa pertanyaan kunci: (a) Isu apa yang akan direspon dan dilakukan perubahan melalui kebijakan?; (b) Kepada siapa Policy Brief ditujukan?; (c) Apa yang menjadi pesan kunci (key messages)?; dan (d) Adakah data/bukti pendukung?. Sebagai tambahan pula harus dipikirkan mengenai rekomendasi maupun implikasi dalam penulisan policy brief tersebut agar policy maker dapat mempertimbangkan dengan bijaksana dalam penyusunan kebijakan.  (RT/AY/TRP)

 



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 17 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 20 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar