Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 29 Jul 2008, 00:00:00 WIB, 105 View , Kategori : Tataruang

BOGOR, (PR).-Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan program "jemput bola" untuk memasyarakatkan sertifikasi tanah milik masyarakat dengan membuka layanan bergerak ke 124 kabupaten/kota di Indonesia. Program bernama Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) tersebut untuk mempercepat layanan sertifikasi tanah secara mudah dengan biaya murah.

Kepala BPN Republik Indonesia, Joyo Winoto, di Bogor, Jumat (11/7), mengatakan, program Larasita kini sudah berjalan dengan dilakukan di Bekasi dan Jakarta. Untuk daerah-daerah lain, pelaksanaannya segera berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan masing-masing kabupaten/kota bersangkutan.

"Melalui Larasita, masyarakat yang ingin menyertifikatkan tanahnya, menjadi langsung berhubungan dengan petugas BPN. Jangan lagi mengurus melalui calo atau pihak perantara lain karena mengakibatkan biaya tinggi," katanya, saat menutup Rakernas BPN RI 2008, di PTPN VIII Kebun Gunung Mas, Kec. Cisarua.

Disebutkan, layanan bergerak Larasita dilakukan dengan unit-unit mobil milik BPN, yang dijadwalkan mendatangi berbagai lokasi, terutama daerah yang belum dilengkapi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Larasita merupakan kantor berjalan yang melayanai apa saja, berkaitan kepentingan masyarakat atas tanahnya sekaligus program penyuluhan.

Dikatakan pula, melalui Larasita, BPN juga melakukan inventarisasi dan tindakan berkaitan keluhan masyarakat yang mengalami sertifikat ganda pada lahannya. Adanya sertifikat ganda diakibatkan adanya penipuan, sertifikasi yang belum tepat, dan pemetaan tanah yang belum sempurna.

Menurut Joyo Winoto, layanan bergerak baru dilakukan pada program Larasita tahun 2008, di samping penambahan infrastruktur teknologi informasi. Program serupa tahun 2007 lalu, pengadaan sarana komunikasi dengan target 30 kantor pertanahan, dengan terealisasi 25 kantor pertanahan (83,40 persen).

Larasita Jabar

Sementara itu, Kepala BPN Kanwil Jabar, Bambang T.S. Binantoro mengatakan, program Larasita di Jabar sudah berjalan di 14 kabupaten/kota. Untuk yang sudah dilengkapi teknologi informasi, misalnya layanan melalui internet, sudah dilakukan di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, Bekasi, dan Kabupaten Bogor.

"Pada kabupaten/kota lainnya program Larasita akan dilayani melalui unit-unit bergerak, yang jadwalnya sudah ditentukan kantor setempat. Dengan cara ini, kami memberi kemudahan layanan kepada masyarakat yang ingin menyertifikatkan tanahnya, apalagi bagi lokasi yang jauh dari kantor BPN," katanya. (A-81)***



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar