Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 22 Nov 2013, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Dalam rangka penyusunan Naskah Akademik Arah Kebijakan Ketransmigrasian Tahun 2015-2019, pada hari Rabu, 13 November 2013 Direktur Tata Ruang dan Pertanahan diundang menjadi narasumber oleh Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk berdialog dengan topik tata ruang dan pertanahan terkait pengembangan transmigrasi. Selain Direktur TRP, hadir juga sebagai narasumber adalah Staf Ahli Menteri Nakertrans Bidang Ekonomi dan SDM. Diskusi berlangsung menarik antara kedua narasumber dengan tim Balitbang Kemenakertrans, karena memang sangat erat kaitan antara pengembangan transmigrasi dengan isu-isu bidang tata ruang dan pertanahan. Dir TRP menyatakan pentingnya percepatan penyelesaian RTRW, dan yang tidak kalah penting adalah bahwa pengembangan kawasan transmigrasi harus terakomodir dalam RTRW di daerah. Namun beliau mengingatkan harus adanya grand design pengembangan transmigrasi, dimana apabila ada arahan grand design dan roadmap yang jelas, maka pengembangan transmigrasi dapat diterjemahkan dan terimplementasikan dengan jelas dalam RTRW. Selain itu Kemenakertrans juga harus melakukan mapping daerah mana saja yang memiliki kawasan transmigrasi dan sudah memiliki perda RTRW. Untuk kedepannya, kawasan transmigrasi harus diusulkan oleh Kemenakertrans kepada Pemda untuk dapat diakomodir dalam RTRW.



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 13 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 17 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 12 Kali

Tuliskan Komentar