Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 15 Nov 2013, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU telah diamanahi oleh PP No 26/2008 tentang RTRWN, guna menyusun Perpres RTR untuk 76 Kawasan Strategis nasional (KSN) di seluruh wilayah Indonesia. Sejumlah 76 KSN tersebut diamanatkan untuk diselesaikan selambatnya 5 tahun sejak RTRWN ditetapkan.

Dalam rangka  Penyusunan Modul Sosialisasi Peraturan Presiden Tentang RTRPulau dan RTR KSN, pada tanggal 13 November 2013 Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan menghadiri kegiatan Focus Discussion Group (FGD) untuk menjaring masukan terhadap modul sosialisasi terkait dengan RTR Pulau Papua dan Kepulauan Maluku serta RTR Selat Sunda, Kapet Pare-Pare dan HOB.

Sosialisasi Perpres RTR Pulau/Kepulauan dan RTR KSN sebagai upaya penyebarluasan materi Perpres Pulau/Kepulauan dan RTR KSN kepada seluruh pihak yang berkepentingan, agar terdapat pemahaman bersama mengenai Perpres dan mampu menindaklanjutinya.  Selain itu juga bentuk perangkat sosialisasi dapat berupa Buku Popular dan bahan tayang.

Adapun Materi Sosialisasi terbagi dalam 2 bagian terdiri dari : a. Materi Umum yang menyangkut (i) Kebutuhan penyusunan RTR sebagai rencana rinci RTRWN; (ii) Pemahaman Dasar RTR; (iii) Materi Pendukung Sosialisasi serta b. Materi Khusus yang terdiri dari (i) Isu Strategis dan kebijakan nasional yang mempengaruhi yang mempengaruhi penataan ruang di wilayah RTR; dan (ii) materi sosialisasi perpres untuk masing-masing stakeholders. Dalam hal ini Direktorat TRP Bappenas memberikan masukan berupa :

a. Buku Intisari Substansi (Buku Populer): Selain intisari muatan perpres RTR Pulau/Kepulauan dan RTR KSN, buku harus memuat daftar istilah, kedudukan RTR Pulau/Kepulauan dan RTR KSN didalam penataan ruang, pembagian tugas dan wewenang dari masing-masing stakeholders, urgensi penetapan RTR Pulau/Kepulauan dan KSN (kebijakan yang mendasari atau kararakteristik kawasan).

b. Bahan Tayang Sosialisasi: sebaiknya dibedakan fokus materi dari setiap target peserta sosialisai disesuaikan dengan indikator pencapaian sasaran sosialisasi masing-masing peserta; visualisasi narasi dimodifikasi (bentuk narasi dalam bentuk diagram, alur, dsb); Gambar/Foto harus mendukung substansi yang akan dipaparkan.

c. Materi Pendukung KSN: sebaiknya menambahkan materi terkait pengelolaan kelembagaan KSN yang seyogyanya disampaikan oleh Kemendagri

d. Buku dan Bahan tayangan sebaiknya tampilannya dapat disesuaikan dengan karakteristik profil wilayah dari masing-masing RTR Pulau/Kepulauan dan KSN atau urgensi penyusunan RTR tersebut.

e. Buku Populer dan Bahan Tayangan sebaiknya dapat diakses dengan mudah dan disebarkan ke situs-situs penataan ruang seperti : bkprn.org; sikumtaru.penataanruang.net; dsb

Diharapkan peran serta Bappenas dapat memberikan materi pendukung pengelolaan dalam 5 (lima) RTR tersebut dan masukan dari FGD ini akan memperbaiki kelima modul sosialisasi (bahan tayang dan buku popular) peraturan presiden RTR Pulau Papua, RTR Kepulauan Maluku, RTR KSN Selat Sunda, RTR Kapet Pare-Pare, dan RTR KSN HOB baik dari segi substansi maupun tampilan perangkat..



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 14 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 18 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar