Senin, 30 November 2020, WIB
Breaking News

, 21 Jul 2011, 00:00:00 WIB, 18 View , Kategori : Tataruang

Pacangsanak merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang tertuang dalam PP Nomor 26 Tahun 2008. Kawasan Pacangsanak memiliki potensi sumber daya lingkungan yang cukup besar sehingga dapat berpengaruh secara nasional. Namun, hingga saat ini kondisi lingkungan kawasan Pacangsanak semakin memprihatinkan. Masalah degradasi lingkungan merupakan salah satu masalah krusial pada kawasan Pacangsanak yang memberi pengaruh terhadap bangkitnya masalah lain, seperti masalah sosial dan ekonomi di sekitarnya. Melihat masalah yang cukup kompleks terjadi pada kawasan ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengadakan seminar yang berisi kajian kebijakan serta strategi dalam pengembangan KSN Pacangsanak.

Pada hari Kamis, 16 Juni 2011, telah diadakan Seminar Kebijakan Dan Strategi Pengembangan KSN Pacangsanak (Pangandaran-Kalipucang-Segara Anakan-Nusakambangan) yang dilangsungkan di Hotel Bumikarsa Bidakara dengan penyelenggara utama Kementerian Pekerjaan Umum. Secara garis besar, seminar ini diharapkan mampu untuk menghasilkan pembahasan isu-isu strategis pada KSN Pacangsanak, penggalian perspektif daerah dalam pengembangan KSN Pacangcanak, pendalaman terhadap nilai penting KSN Pacangsanak secara nasional, serta kesepakatan untuk peyelematan Segara Anakan. 

Dalam seminar tersebut, diketahui bahwa KSN Pacangsanak memiliki beberapa isu strategik, yaitu : 1) pendangkalan Segara Anakan yang diakibatkan oleh sedimentasi yang menyebabkan luas Segara Anakan tinggal 600 Ha dari luas awal 6.450 Ha sejak tahun 1903, 2) ancaman terhadap keanekaragaman hayati yang ada dalam Kawasan Pacangsanak (Segara Anakan) yang diakibatkan oleh menurunnya kualitas lingkungan dan pencemaran, 3) terancamnya ekosistem Segara Anakan yang merupakan ekosistem unik (laguna) sebagai habitat mangrove dan berbagai spesies burung, ikan, dan satwa lain, 4) penurunan produksi perikanan yang mengakibatkan menurunnya tingkat kehidupan ekonomi nelayan, 5) perkembangan permukiman yang pesat, 6) terjadinya banjir yang diakibatkan selain oleh faktor alamiah juga disebabkan kerusakan lahan di hulu dan tengah DAS, serta 7) terdapatnya fasilitas lembaga permasyarakatan bertingkat keamanan tinggi di P. Nusa Kambangan (Sumber : BPKSA).

Secara umum, pembahasan dalam seminar tersebut menekankan bahwa KSN Pacangsanak memang merupakan suatu kawasan yang potensial sekaligus rentan secara lingkungan serta terletak diantara 2 (dua) wilayah administrasi yang berbeda (Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah). Kondisi ini kemudian memberi gambaran bahwa dalam mengatasi masalah dalam KSN Pacangsanak, kita harus memperhatikan dari berbagai sisi. Dimulai dari a) perbaikan penataan ruang yg komprehensif dari daerah hulu, tengah, hingga hilir, b) pelaksanaan koordinasi yang baik antara Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Pemda Provinsi Jawa Tengah, serta c) pelaksanaan kajian penyelesaian masalah yang tetap memperhatikan segitiga suistainibilitas.



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 18 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 21 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar